WhatsApp Bakal Kembangkan Perangkat Khusus Lawan Penyebaran Hoaks di India

WhatsApp meyakinkan Pemerintah India bahwa aplikasi layanan pesan itu akan mengembangkan perangkat lebih komprehensif untuk melawan penyebaran berita palsu. 
Annisa Margrit | 21 Agustus 2018 16:10 WIB
Ilustrasi WhatsApp. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA -- WhatsApp meyakinkan Pemerintah India bahwa aplikasi layanan pesan itu akan mengembangkan perangkat lebih komprehensif untuk melawan penyebaran berita palsu. 
 
Menteri Teknologi Informasi (TI) India Ravi Shankar Prasad mengatakan pihaknya telah meminta WhatsApp untuk mengembangkan mekanisme yang dapat mendeteksi pesan yang berisi ujaran kebencian atau berita palsu. Dia menambahkan perusahaan milik Facebook Inc itu bekerja sama dengan Pemerintah India dalam pengembangan sistem tersebut.
 
Sebelumnya, dia dan CEO Whatsapp Chris Daniels bertemu untuk membicarakan solusi maraknya penyebaran berita palsu melalui platform tersebut. India adalah pasar terbesar WhatsApp. 
 
"Tidak perlu teknologi super canggih untuk mendeteksi sebuah pesan," ujar Prasad, seperti dilansir Reuters, Selasa (21/8/2018).
 
Dalam beberapa bulan terakhir, India diramaikan dengan sejumlah aksi pemukulan dan penyerangan terhadap orang-orang yang diduga sebagai penculik anak. Aksi yang banyak terjadi di daerah perdesaan itu menelan beberapa korban tewas. 
 
Kabar penculikan anak beredar melalui WhatsApp. Padahal, isu itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 
Serangkaian peristiwa itu pula lah yang membuat WhatsApp memunculkan fitur di mana penerima pesan bisa mengetahui apakah pesan yang diterimanya adalah pesan asli dari si pengirim atau pesan terusan. Hal ini diharapkan dapat menekan penyebaran pesan palsu. 
 
WhatsApp juga sudah mengumumkan akan membatasi pengiriman pesan terusan menjadi hanya lima kali dalam satu sesi, baik dalam pembicaraan perorangan maupun dalam grup, serta bakal menghapus tombol forward yang ada di samping pesan video dan foto.
 

Sumber : Reuters

Tag : whatsapp, hoax
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top