Modalku Terpilih Menjadi Mitra Distribusi SBR004

Modalku terpilih sebagai salah satu mitra distribusi surat utang negara atau Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004.Modalku terpilih sebagai salah satu mitra distribusi surat utang negara atau Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004.
Mia Chitra Dinisari | 21 Agustus 2018 11:20 WIB
Co Founder Modalku Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Modalku terpilih sebagai salah satu mitra distribusi surat utang negara atau Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004.

Cindyana Laksana, selaku Head of Strategic Investors di Modalku, menuturkan, sangat antusias untuk turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan pemerintah melalui penjualan SBR004.

"Ini menjadi bentuk kesungguhan kami menopang perkembangan ekonomi melalui ranah teknologi finansial. Tim Modalku selalu berpegang pada slogan perusahaan kami “Bersama Memajukan Ekonomi Indonesia”. Kemajuan ekonomi suatu negara dimulai dari kualitas pendidikannya. Dengan tingkat pendidikan yang berkualitas, tingkat kesejahteraan meningkat dan kemiskinan menurun.” ujarnya dalam siaran persnya.

Dia menjelaskan modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam (UMKM lokal yang berpotensi) dapat memperoleh pinjaman modal usaha yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.

Untuk membuktikan komitmen mereka meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat, terutama generasi muda, pendanaan di Modalku dapat dimulai dari Rp 100.000,- per pinjaman UMKM. Fitur Pendanaan Otomatis Modalku juga memudahkan aktivitas pemberi pinjaman karena mereka dapat menentukan alokasi dana sesuai preferensi masing-masing (tingkat bunga, dana per pinjaman, lama pinjaman).

Alternatif investasi Modalku terbukti memiliki daya tarik bagi generasi muda. Survei Modalku menunjukkan bahwa hampir 70% dari pemberi pinjaman aktif adalah mereka dari generasi milenial.

Keuntungan investasi di SBR004 lainnya adalah tingkat kupon yang kompetitif, sebesar minimal 8.05% per tahun (mengacu pada Bank Indonesia 7 Days Reserve Repo Rate). Ada fasilitas early redemption yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok SBR004 sebelum jatuh tempo. SBR004 juga bersifat terjangkau karena pemesanan kupon bisa dimulai dari Rp 1 juta.

Selain menunjukkan kepercayaan pemerintah, seleksi platform FinTech (teknologi finansial) seperti Modalku untuk turut mendukung distribusi SBR004 menekankan kecepatan sistem teknologi FinTech dalam mengadopsi Savings Bond Ritel menjadi produk tawaran. Kecepatan ini menjadi bukti besarnya potensi bagi dunia finansial bila FinTech dan ekosistem keuangan yang sudah ada aktif melakukan sinergi.

Savings Bond Ritel seri SBR004 mengangkat misi pendidikan nasional. Semua dana yang diterima melalui penerbitan SBR004 akan digunakan pemerintah untuk membiayai aktivitas yang mengembangkan pendidikan di Indonesia.
 
SBR004 merupakan seri lanjut dari instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan ke individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia. Pengembangan sistem penjualan SBR Ritel secara online menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan partisipasi aktif masyarakat untuk berkontribusi bagi pembangunan tanah air melalui kegiatan investasi.
 
Untuk meningkatkan investasi di kalangan generasi muda, instrumen SBR004 dibuat dengan akses yang memudahkan anak milenial. SBR004 dijual melalui mekanisme online, dengan proses yang mudah. Investor bisa membeli SBR004 di mana saja, kapan saja selama masa penawaran (20 Agustus - 13 September 2018).

Pembeli hanya perlu melewati 4 langkah mudah: Registrasi melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi seperti Modalku, Pemesanan, Pembayaran sesuai jumlah unit kupon yang dibeli, dan terakhir, Konfirmasi melalui perolehan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan notifikasi completed order.
 
Bank Dunia menyatakan bahwa meskipun perluasan akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia telah meningkat, kualitas pendidikan tersebut masih rendah, terutama karena pendidikan yang kurang merata dan kurikulum yang belum sesuai dengan standar internasional. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan hal yang sama.

Ranking skor IPA anak kelas 4 Indonesia dibandingkan negara-negara internasional adalah 45 dari 48, sedangkan di pelajaran matematika hanya masuk peringkat 45 dari 50. Sarana sekolah Indonesia pun belum mencukupi. 36% dari sekolah di Indonesia memerlukan perbaikan serius.

Tag : Modalku
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top