LRT Jakarta Beroperasi Terbatas Pekan Depan

PT Jakarta Propertindo menargetkan kereta ringan atau light rail transit dapat beroperasi secara terbatas pada pekan depan.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 21 Agustus 2018 19:00 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) meninjau proyek LRT DKI Jakarta di Stasiun Pulomas, Jakarta Timur, Minggu (15/7/2018). - Bisnis.com/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jakarta Propertindo menargetkan kereta ringan atau light rail transit dapat beroperasi secara terbatas pada pekan depan.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) merencanakan jadwal operasi light rail transit (LRT) pada 15 Agustus 2018 lalu. Akan tetapi, rencana ini batal karena rekomendasi operasi LRT Jakarta dari Kementerian Perhubungan belum terbit.

Direktur Proyek PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin mengatakan bahwa rekomendasi LRT untuk beroperasi dari Kemenhub akan terbit pada pekan ini.

Dengan penerbitan rekomendasi dari Kemenhub tersebut, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta secara otomatis mengeluarkan izin serupa yang dapat digunakan sebagai dasar pengoperasian LRT.

"Secara prinsip mereka [Kemenhub] setuju. Draf surat rekomendasi telah disiapkan," kata Iwan pada Selasa (21/8/2018).

Rekomendasi tersebut terbit hasil dari rapat yang dilakukan oleh Jakpro, Kemenhub, dan pemangku kepentingan lain yang terlibat pada Senin (20/8/2018) lalu. "Setelah rekomendasi dari Kemenhub terbit, langsung disusul terbitnya izin operasi dari Dishub DKI."

Oleh karena itu, Jakpro menargetkan LRT dapat beroperasi secara terbatas atau khusus undangan pada pekan depan. Meski demikian, LRT ini belum bisa mengangkut penumpang secara umum. Hal ini karena masih memerlukan serangkaian uji coba yang dijadwalkan hingga pertengahan September.

Jakpro akan menggunakan waktu hingga September tersebut untuk membangun depo atau tempat perawatan LRT. "Sambil menyelesaikan semua bagian finishing stasiun. Termasuk selesaikan depo," ujarnya.

Rute LRT Jakarta rencananya melewati enam stasiun seperti Stasiun Velodrome, Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Boulevard Utara, dan Stasiun Pegangsaan Dua. Rute Kepala Gading – Velodrome memiliki panjang 5,8 km dan menelan investasi Rp7,4 triliun.

Tag : LRT
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top