Gerakan Indonesia Menghadap Laut Kumpulkan 100 Ton Sampah

Gerakan bersih-bersih laut dan pantai yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Gerakan Pandu Laut disebut berhasil mengangkut lebih dari 100 ton sampah dari laut dan pantai di sejumlah titik di Indonesia.
Juli Etha Ramaida Manalu | 21 Agustus 2018 13:20 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Sekjen KKP Nilanto Prabowo, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi dalam konferensi pers terkait Gerakan Indonesia Bersama Menghadap Laut, Selasa (21/8 - 2018).

Bisnis.com, JAKARTA- Gerakan bersih-bersih laut dan pantai yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Gerakan Pandu Laut disebut berhasil mengangkut lebih dari 100 ton sampah dari laut dan pantai di sejumlah titik di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan aksi yang dinamai Gerakan Menghadap Laut ini telah mengundang antusiasme besar dari masyarakat yang beramai-ramai turun ke pantai untuk membersihkan sampah dari pantai lautan Indonesia.


Gerakan yang semula direncanakan akan dilakukan di 73 titik ini ternyata menyebar ke berbagai titik lainnya di Indonesia dan melibatkan lebih dari 50.000 orang secara sukarela.


"Gerakan bersih laut dan pantai pada 19 Agustus jam 03.00 sore, 2018 ini, kegiatan ini kita rencanakan di 73 lokasi waktu itu. Akan tetapi, antusiasme masyarakat yang begitu besar sehingga banyak kegiatan voluntary yang terjadi, bukan hanya di 73 titik tetapi juga banyak titik-titik baru lainnya," kata Susi dalam konferensi pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Selasa (21/8/2018).


Susi yang memimpin gerakan Menghadap Laut dari Bitung pada 19 Agustus bersama sejumlah tokoh seperti Ridho Slank pun mengapresiasi keterlibatan dan keinginan setiap tokoh masyarakat, pemimpin daerah, dan masyarakat yang mau ikut terlibat secara sukarela dalam aksi ini. Seperti diketahui, aksi ini juga diikuti sejumlah komunitas penyelam, TNI AL, Polair dan pihak lainnya.


Selain di Bitung, aksi ini juga dilakukan di Semarang yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Di Bali, Makassar, Kupang, Pulau Pari, Ancol, serta sejumlah titik lainnya di seluruh Indonesia, termasuk di Pulau-Pulau terluar.


Susi menginginkan agar gerakan ini tak hanya berhenti pada 19 Agustus saja tetapi bisa terus berlanjut. Dia juga berharap melalui gerakan ini masyarakat bisa lebih sadar bahwa laut bukankah tempat sampah tetapi bagian dari lingkungan yang perlu dijaga dan dilestarikan.


Dia juga mendorong agar kepala-kepala daerah di seluruh Indonesia bisa berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya mencegah masyarakat menjadikan laut sebagai tong sampah raksasa.


"Kita ingin kesadaran masyarakat untuk tidak menjadikan laut sebagai tempat sampah tapi tempat yang kita menghadap, cinta, jaga dan rawat. Itu yg paling penting. Mudah-mudahan setiap kota nanti akan memperingati ini untuk kebersihan pantainya. Tentu saja leadership kepala daerah itu sangat penting," katanya.

Tag : laut, kementerian kelautan dan perikanan
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top