Harga Daging Sapi Diprediksi Naik Tipis Setelah Iduladha

Kenaikan tipis harga daging diprediksikan tetap terjadi pasca Iduladha, tetapi hal tersebut dianggap masih akan masuk dalam batas yang wajar.
M. Richard | 22 Agustus 2018 14:20 WIB
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/6). - Antara/Aguk Sudarmojo

Bisnis.com, JAKARTA -- Kenaikan tipis harga daging sapi diprediksikan tetap terjadi pasca Iduladha, tetapi hal tersebut dianggap masih akan masuk dalam batas yang wajar.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga tersebut memang sesuai dengan tren  Iduladha (Lebaran Qurban) tahun-tahun sebelumnya

"Iya memang naik, tetapi tidak begitu tinggi, temporary, itu cuma pada satu pekan sebelum dan satu pekan setelah," katanya, Selasa (21/8/2018).

Abdullah menjelaskan, pada satu pekan sebelum Hari Raya, pemasok akan lebih mendahulukan penjual sapi eceran di daerah permukiman atau di pinggir-pinggir jalan. Sehingga stok untuk pedagang pasar sedikit berkurang dan membuat kenaikan harga.

Sementara itu, kenaikan harga pada satu pekan setelah Hari Raya merupakan efek lanjutan dari yang sebelumnya, dan penurunan baru akan terjadi setelah satu minggu lebaran.

Meski demikian, Abdullah berharap pemerintah memastikan ketersediaan pasokan daging, karena hal tersebut merupakan kunci utama dari kestabilan harga.

"Bisa saja naik signifikan seperti pada 2016, karena pasokan tahun itu tidak stabil," katanya.

Senada dengan Abdullah, Kepala Pasar Palmerah Mahardika mengatakan harga daging di pasar menjelang Lebaran Qurban tahun ini tidak ditemukan peningkatan yang signifian. Bahkan, harga terlihat stabil tanpa ada perubahan.

Berdasarkan data Pasar Palmerah, sejak 14 Agustus 2018, harga daging sapi has dan daging sapi murni masing-masing Rp120.000 per kg dan Rp115.000 per kg. Harga tersebut masih belum berubah hingga tanggal 21 Agustus 2018 lalu.

"Kalau ada peningkatan paling tinggi itu Rp10.000 hingga Rp15.000 per kg, [dan itu terjadi dua tahun lalu], tapi untuk tahun ini ngak terjadi, karena pasokan dan permintaan aman," katanya.

Lagipula, Mahardika mengatakan, masyarakat kelas menengah bawah Jakarta tidak akan mendapat gejolak yang begitu besar karena telah memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP), yang mana mereka bisa menarik daging, ikan, ayam, beras, susu dan telur.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagnagan Ninuk Rahayuningrum mengatakan, tidak akan ada kenaikan harga pada daging sapi.

Menurutnya, harga normal daging saat ini sudah tergolong tinggi, dan sulit untuk naik lebih tinggi lagi. "Harga akan stabil pasca-Iduladha, tetapi memang dia stabil tinggi," katanya.

Khusus pasca-Iduladha, dia menjelaskan, rumah pemotongan hewan (RPH) akan lebih sedikit memotong daging. Hal tersebut dikarenakan hampir seluruh masyarakat sudah memiliki pasokan daging yang cukup.

"Jika ada kenaikan harga karena memang RPH mengurangi pasokan, lagipula permintaan daging masyarakat pasca lebaran akan turun, jadi tidak akan ada masalah," tuturnya.

Tag : daging sapi
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top