Renovasi Bandara Sam Ratulangi Ditargetkan Rampung Akhir 2018

PT Angkasa Pura I menargetkan renovasi Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, rampung dan bisa dinikmati calon penumpang sebelum Natal 2018.
Rio Sandy Pradana | 23 Agustus 2018 20:50 WIB
Sejumlah wisatawan dari China tiba di Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara. - Antara/Adwit B. Pramono

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) menargetkan renovasi Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, rampung dan bisa dinikmati calon penumpang sebelum Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji mengatakan hampir semua bandara di bawah pengelolaan perusahaan mengalami pengembangan baik dari sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside).

Sisi udara berupa perluasan apron, parking stand, dan landasan pacu (runway), sedangkan sisi darat adalah perluasan terminal.

"Khusus Bandara Manado hanya mengubah tampilannya, target akhir tahun ini rampung," kata Devy pada Kamis (23/8/2018).

Dia menjelaskan perubahan tampilan yang dilakukan terhadap bandara berkode MDC tersebut terdiri atas penataan ulang gerai ritel, alur penumpang, redesign terminal penumpang. Tahun ini AP I hanya mempercantik tampilan bandara tersebut karena kapasitas penumpang masih bisa mencukupi permintaan.

Devy belum bisa menyebutkan total anggaran yang diperlukan dalam proyek tersebut karena proses pengkajian baru dimulai pekan lalu. Adapun, dana akan diambil dari alokasi investasi tahun ini yang sebesar Rp18,8 triliun.

Meski demikian, lanjutnya, Bandara Sam Ratulangi akan masuk pada proyek perluasan pada tahun depan. Perluasan kapasitas dilakukan hingga 50.000 m2 dari kapasitas saat ini sebesar 25.956 m2.

Dia menjelaskan Bandara Sam Ratulangi adalah salah satu dari sembilan bandara yang akan dikembangkan BUMN itu. Delapan lainnya yakni Bandara Ahmad Yani di Semarang, Syamsudin Noor di Banjarmasin, Juanda di Surabaya, dan Bandara Yogyakarta Baru di Kulonprogo, I Gusti Ngurah Rai di Badung, Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Lombok di Praya, dan Bandara Adi Soemarmo di Solo.

Menurutnya, hampir semua bandara mengalami kekurangan kapasitas (lack of capacity), sehingga tidak sanggup menampung jumlah penumpang per tahun.

"[Bandara] Semarang belum selesai semuanya, hanya operasional yang sudah. Bandara Bali akan mengalami perluasan apron, sedangkan Makassar sedang tahap feasibility study untuk perluasan terminal," ujar Decy.

Sementara itu, Corporate Strategy AP I Handy Heryudhitiawan membenarkan rencana perluasan Bandara Hasanuddin, baik bagian terminal maupun apron. Apabila tahun ini bisa dimulai, proses pengerjaan akan selesai dalam 2 tahun.

"Memang perlu waktu yang lama karena pengembangannya besar. Kapasitas penumpang akan meningkat hingga dua kali lipat dari saat ini 8 juta orang per tahun," kata Handy.

Bandara Hasanuddin yang memiliki luas 61.815 m2 akan ditambah hingga 144.484 m2. Bandara itu diperkirakan bisa memiliki kapasitas penumpang hingga 15,6 juta orang per tahun.

 BUMN pengelola bandara di bagian tengah dan timur Indonesia tersebut memang sedang menghadapi masalah lack of capacity. Berdasarkan laporan AP I, perkiraan pertumbuhan penumpang rata-rata mencapai 8,49% per tahun.

Tahun ini diperkirakan jumlah penumpang seluruh bandara AP I mencapai 97,43 juta orang, sedangkan pada 2019 meningkat hingga 103,93 juta orang.

Tag : angkasa pura i
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top