Tingkat Isian Penumpang Garuda Tak Terdampak Gempa Lombok

Garuda Indonesia mengklaim tingkat keterisian kursi pesawat menuju Lombok, NTB, tetap normal setelah gempa bumi menerpa wilayah tersebut.
Rio Sandy Pradana | 23 Agustus 2018 20:55 WIB
Sejumlah anak bernyanyi bersama dengan relawan di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Garuda Indonesia, maskapai layanan penuh (full service airlines/FSA), mengklaim tingkat keterisian kursi pesawat (seat load factor/SLF) menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, tetap normal setelah gempa bumi menerpa wilayah tersebut.

Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk. Ikhsan Rosan mengatakan dari sisi jumlah penumpang relatif tidak ada penurunan dan cenderung stabil. Namun, penumpang yang menuju ke Lombok bukan untuk keperluan wisata.

"Penumpang rata-rata diisi oleh relawan maupun orang yang hendak mengunjungi keluarganya di Lombok. SLF rata-rata masih di atas 75%," ungkapnya pada Kamis (23/8/2018).

Pihaknya telah menambah penerbangan rute Denpasar – Lombok sebanyak empat kali per hari dalam sepekan sejak 7 Agustus 2018. Adapun, Garuda memilih pesawat yang digunakan untuk rute Jakarta--Denpasar adalah Airbus 330 daripada Boeing 737-800 NG.

Ikhsan menuturkan permintaan calon penumpang yang mengajukan pembatalan penerbangan hingga saat ini tidak signifikan. Terlebih lagi, wisatawan mancanegara biasanya sudah memesan tiket pesawat dan hotel jauh sebelumnya dan tujuan utama adalah Bali.

Menurutnya, Lombok merupakan program wisata tambahan yang direncanakan oleh wisman. Apalagi, tidak ada penerbangan langsung dari luar negeri menuju Lombok.

Tag : garuda indonesia, gempa lombok
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top