Edukasi Blockchain, Indonesia Perlu Lebih Banyak Mengenali

Indonesia masih memerlukan banyak upaya guna mengembangkan Blockchain. Salah satunya adalah edukasi.nnBlockchain adalah salah satu teknologi yang menjadi sorotan pada tahun ini. Teknologi ini diklaim mampu membuat proses bisnis yang terjadi lebih efisien.
| 24 Agustus 2018 14:27 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia masih memerlukan banyak upaya guna mengembangkan Blockchain.  Salah satunya adalah edukasi.

Blockchain adalah salah satu teknologi yang menjadi sorotan pada tahun ini. Teknologi ini diklaim mampu membuat proses bisnis yang terjadi lebih efisien.

Blockchain merupakan basis data global online yang dapat diakses siapa pun via internet. Kini, blockchain merambah industri aplikasi informasi di Indonesia.
Weber Zhuo, CEO FinBlock, mengungkapkan bahwa perlu dikenali pengertian Blockchain. Keuntungan dan kerugiannya. Bedanya dengan Bitcoin. Kemudian soal development dan bagaimana Blockchain ini dikelola dan dikembangkan.

Teknologi Blockchain dapat meningkatkan daya saing bisnis dan memperkuat peringkat Indonesia sebagai satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang masuk ke dalam 20 negara besar dengan pendapatan domestik bruto (PDB) tertinggi di dunia.

"Indonesia harus segera memulai implementasi Blockchain. Meski perkembangan di tanah air agak lambat tetapi perlahan mulai banyak industri yang menggunakan Blockchain," ujar Weber dalam seminar bertajuk Blockchain & Fintech Peak Forum di Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Kamis(23/8/2018)

Di samping itu, sambungnya, umbuh beberapa startup yang mulai menggunakan Blockchain.

Sebagai penyelenggara acara ini FinBlock juga memberikan pengetahuan, wawasan, informasi, pasar, serta analisa data mengenai Fintech yang merupakan platform profesional di Asia Tenggara.

"Seminar dihadiri 150-200 orang dari berbagai kalangan profesional dalam bidang blockchain dan fintech seperti dari Singapura, Amerika, China, dan Indonesia," ungkapnya.

FinBlock Company merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Blockchain. Acara didukung olehEEC dan Block Tech serta disponsori oleh GoWithMi, perusahaan penyedia aplikasi peta 3D.

"Acara ini dihadiri dari perwakilan proyek Blockchain dari China dan Asia Tenggara. Pemain Blockchain sangat bersemangat untuk berkumpul di sini guna mencoba kesempatan bekerja sama di masa yang akan datang,” ungkap Edward Ismawan Chamdani, pendiri IdeoSource Financial Investment Fund.

Blockchain juga merambah industri aplikasi informasi di Indonesia. Salah satu startup yang memanfaatkan teknologi ini seperti GoWithMi

GoWithMi merupakan sebuah perusahaan 3D map jaringan peta cerdas terdistribusi pertama di dunia, yang menyediakan solusi one-stop rantai publik + peta untuk semua jenis DAPP terdesentralisasi, termasuk data peta dan algoritme yang mendasari, rantai kredit, kontrak pintar, pembayaran Token insentif untuk pemakai.

Founder CEO GoWithMi Oliver Li mengatakan bahwa dengan aplikasi itu pengguna biasa mendapatkan informasi lokasi jalan secara update, seperti jalanan macet, kejadian kecelakaan dan menujukan keberadaan sekitarnya.

"Tidak hanya itu, aplikasi ini juga dirancang menarik mengikuti pergerakan Anda, Kemana punn Anda pergi, setiap token akan ditambahkan ke dalam akun Anda secara mudah dengan menggunakan token ini, user dapat membeli barang di dalam Aplikasi GoWithMi ini," katanya.

Tag : aplikasi
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top