Kongsi Pelindo III-AKR di KI JIIPE Bakal Putus, Di Pelabuhan Tetap Jalan

Kerja sama Pelindo III dan AKR Corporindo di Pelabuhan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik tetap berlanjut, meskipun perkongsian keduanya di kawasan industri bakal putus di tengah jalan.
Sri Mas Sari | 24 Agustus 2018 19:27 WIB
Penumpang turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/6/2018). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Kerja sama PT Pelindo III (Persero) dan PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo Tbk. (AKRA) di Pelabuhan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik tetap berlanjut meskipun perkongsian keduanya di kawasan industri bakal putus di tengah jalan. 

Direktur Keuangan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI Port), anak usaha PT Pelindo III, Endot Endrardono mengatakan hasil divestasi saham 40% di kawasan industri JIIPE akan digunakan untuk mengembangkan usaha di bidang kepelabuhanan.

"Hasil dari divestasi saham tersebut akan diperoleh dana segar untuk BJTI Port yang dapat dipergunakan untuk investasi pengembangan anak perusahaan di bidang kepelabuhanan, yaitu PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS)," katanya, Jumat (24/8/2018).

BMS merupakan perusahaan patungan antara BJTI Port dengan PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN), anak usaha PT AKR Corporindo Tbk., yang mengoperatori Pelabuhan JIIPE. BJTI Port menguasai 60% saham, sedangkan UEPN 40%.

BJTI Port, tutur Endot, akan menyuntik modal ke BMS untuk membangun dermaga baru, pengadaan harbour mobile crane, pembangunan talud, dan penyiapan lahan pendukung lainnya tahun ini, dengan total dana investasi sekitar Rp1,3 triliun. BJTI Port juga akan mengembangkan Marina Boom Banyuwangi dan Benoa Marina.  

Endot mengatakan pendapatan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BMKS) terus menurun karena penjualan lahan-lahan untuk kawasan industri belum dapat mencapai target yang diharapkan. 

BKMS merupakan joint venture antara BJTI Port dengan kepemilikan saham 40% dan PT UEPN dengan kepemilikan saham 60%. Perusahaan itu mengelola kawasan industri JIIPE. Kondisi itu membuat BJTI Port berencana mendivestasi saham di BKMS .

Direktur Utama BJTI Port Hot Rudolf Marihot mengatakan kerja sama Pelindo III dengan AKR di BKMS sedang dievaluasi karena realisasi tingkat pengembalian investasi dari kerja sama itu lebih rendah dari proyeksi sehingga tidak menguntungkan secara komersial.

“BJTI Port akan pull out sampai dengan keseluruhan saham senilai 40% serta menunjuk kantor jasa penilai publik (KJPP) untuk melakukan due diligence atas valuasi saham BKMS. Diperkirakan kajian atas divestasi saham BKMS akan selesai awal triwulan IV/2018," kata Hot.

Sementara itu, PT AKR Corporindo hingga pukul 17.30 WIB belum memberikan tanggapan terkait rencana divestasi saham BJTI Port di BMKS. Direktur PT AKR Korporindo Suresh Vembu tidak menjawab pesan singkat yang dikirim Bisnis. 

Tag : jiipe
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top