Asian Games 2018: Sambut Tamu Negara, Uji LRT Palembang Dikebut

Pemerintah mengakui komisioning atau uji operasional kereta ringan (light rail transit/LRT) Palembang kurang dari waktu ideal karena mengejar penggunaan moda transportasi anyar tersebut untuk Asian Games 2018 di kota itu.
Dinda Wulandari | 24 Agustus 2018 20:24 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG Pemerintah mengakui komisioning atau uji operasional kereta ringan (light rail transit/LRT) Palembang kurang dari waktu ideal karena mengejar penggunaan moda transportasi anyar tersebut untuk Asian Games 2018 di kota itu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan biasanya komisioning berlangsung selama 3 bulan hingga 6 bulan setelah proyek rampung.

"Kita mulai 23 Juli 2018, semestinya Oktober [selesai commisioning], tetapi kan kita sudah ada tamu [Asian Games], jadi mesti beroperasi, anyway saya tetap perbaiki, makanya saya datang," paparnya saat meninjau sarana dan prasarana LRT di Palembang, Sumatra Selatan, pada Jumat (24/8/2018).

Menhub mengemukakan kesalahan yang menyebabkan beberapa gangguan operasi beberapa waktu lalu hanya kesalahan minor sehingga bisa diselesaikan.

"Tadi saya sudah diskusi dengan teman-teman, semua itu [gangguan] karena SOP saja, tidak ada kesalahan mayor. Jangan takut, saya saja dari bandara naik LRT," ujarnya.

Sejak LRT beroperasi pada 23 Juli 2018 tercatat telah tiga kali mengalami kejadian atau masalah saat beroperasi.

Selain kejadian short circuit, LRT Palembang sempat mengalami gangguan sensor pintu yang sensitif terkait prosedur keamanan.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan LRT Palembang tetap akan beroperasi penuh pada 3 September 2018 atau seusai Asian Games.

Nantinya, menurut dia, jika seluruh rangkaian kereta beroperasi, waktu tunggu yang saat ini berkisar 35 menit sampai 40 menit bisa terpangkas menjadi 25 menit. "Komisioning tetap berproses dan dinyatakan berhasil sampai gangguan tidak ada lagi."

Untuk meninjau operasional kereta ringan tersebut, Kemenhub juga menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Menurut Wahyu Widodo Pandoe, Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayaasa BPPT, berkaca pada industri kereta di luar negeri, komiioning dilakukan 3 bulan tanpa penumpang atau sampai handcap teratasi, baru digunakan oleh masyarakat.

"LRT sarat teknologi tinggi , oleh karena itu kami terus sempurnakan lagi kekurangan kecil sehingga kereta ini tidak hanya jadi, tapi juga aman dan nyaman," ujarnya.

Adapun penyempurnaan yang dilakukan BPPT bersama perguruan tinggi teknik menyangkut a.l desain, penyejuk udara, suara (noise), vibrasi dan temperatur hingga masalah sensor di pintu kereta.

Tag : LRT
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top