Uber dan Airbus Masuk Kelompok Kerja Pengembangan Mobil Terbang Jepang

Mempercepat realisasi mobil terbang, Jepang mendaftarkan Uber Technologies Inc. dan Boeing Co. ke dalam kelompok kerja pengembangan teknologi baru tersebut.
M. Richard | 25 Agustus 2018 07:43 WIB
Mobil terbang Aeromobil. - press.aeromobil.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mempercepat realisasi mobil terbang, Jepang mendaftarkan Uber Technologies Inc. dan Boeing Co. ke dalam kelompok kerja pengembangan teknologi baru tersebut.
 
Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jepang mengatakan kelompok kerja ini terdiri dari 21 perusahaan dan organisasi, termasuk Airbus SE, NEC Corp, ANA Holdings Inc., Japan Airlines Co., dan Yamato Holdings Co. 
 
"Mereka akan membantu menyusun peta jalan tahun ini. Pemerintah Jepang akan memberikan dukungan yang tepat untuk membantu mewujudkan konsep mobil terbang, seperti pembuatan aturan yang dapat diterima," demikian disampaikan Kemendag Jepang seperti dilansir Bloomberg, Jumat (24/8/2018).
 
Pemerintah Negeri Sakura mengaku telah melihat urgensi pada teknologi pesawat dan memutuskan untuk memfasilitasinya dengan undang-undang serta infrastruktur untuk membantu pengembangannya.

Meski demikian, Jepang tidak memungkiri bahwa realisasi mobil terbang akan memakan waktu yang cukup panjang. Pasalnya, proyek seperti ini perlu mendapat persetujuan dari beberapa regulator. 
 
“Penting bagi pemerintah untuk memimpin dan berkoordinasi dalam menetapkan standar keamanan,” kata peneliti Japan Aviation Management Research Yasuo Hashimoto.
 
Di lain pihak, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko menerangkan mobil terbang dapat meredakan macet lalu lintas perkotaan, membantu transportasi di pulau-pulau terpencil atau daerah pegunungan pada saat bencana, dan dapat digunakan dalam industri pariwisata.
 
Dia menilai pesawat kecil bukan lagi fiksi ilmiah. Apalagi, di tengah maraknya perusahaan-perusahaan Jepang yang mengekor rekan-rekan global mereka dalam kendaraan listrik dan mobil otonom.
 
Uber disebut bakal menginvestasikan 20 juta euro selama lima tahun ke depan untuk mengembangkan layanan mobil terbang di fasilitas baru perusahaan di Paris, Prancis dan telah menetapkan tujuan untuk memulai operasi komersial dari bisnis taksi udara pada 2023. 

Tag : mobil, jepang
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top