Travelstop Raih "Seed Funding" Senilai US$ 1,2 Juta

Travelstop, startup perjalanan yang didirikan mantan tim karyawan Yahoo dan Expedia, memperoleh pendanaan tahap awal senilai US$ 1,2 juta.
N. Nuriman Jayabuana | 27 Agustus 2018 11:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Travelstop, startup perjalanan yang didirikan mantan tim karyawan Yahoo dan Expedia, memperoleh pendanaan tahap awal senilai US$ 1,2 juta.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh SeedPlus dan salah satu perusahaan modal ventura dari AS. Beberapa investor individu juga turut berpartisipasi, seperti mantan eksekutif senior Expedia Dan Lynn dan Vikram Malhi, President & COO Rally Health David Ko , serta Regional Operations Director di Hyper Island Singapore Jarrod Howe.

Travelstop merupakan platform software as a service yang didukung oleh kecerdasan buatan untuk menyederhanakan perjalanan bisnis bagi korporasi di Asia Tenggara.

Startup itu menyediakan perangkat yang mempermudah pemesanan perjalanan dengan mengautomasi laporan pengeluaran dan menyediakan pandangan mendalam bagi sektor bisnis. 

"Pelancong bisnis layak mengalami inovasi dan kemajuan yang telah dibuat untuk konsumen selama beberapa tahun terakhir. Tujuan kami adalah untuk memanfaatkan machine learning dan kecerdasan buatan untuk menambahkan pengalaman bagi pelancong bisnis saat ini," ujar Chief Technology Officer Vijay Aggarwal melalui keterangan resmi, Senin (27/8/2018).

Travelstop berencana memanfaatkan dana yang terkumpul untuk mengembangkan produk, memperbesar tim divisi pengembangan di Singapura, dan meningkatkan pertumbuhan melalui aktivitas penjualan dan pemasaran.

Chief Executive Officer Travelstop Prashant Kirtane menyatakan bakal fokus memperluas penetrasi di beberapa pasar yaitu Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan. 

Berbekal pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan, platform tersebut dapat memberikan rekomendasi penerbangan dan hotel yang lebih cepat untuk melakukan riset dan pemesanan. 

"Tujuan kami adalah tidak hanya memberikan pengalaman pemesanan perjalanan yang menyenangkan dan fleksibel, tetapi juga membuat proses manajemen biaya pascaperjalanan menjadi lebih efisien," terangnya.

Partner SeedPlus Michael Smith Jr mengungkapkan Asia Pasifik merupakan pasar perjalanan bisnis terbesar di dunia. Kawasan tersebut dinilai memegang porsi sebanyak 40% dari pasar perjalanan bisnis global.

Meski demikian, solusi perjalanan bisnis yang tersedia di Asia dipandang belum terdesain dengan baik untuk korporasi besar dan pelancong bisnis tradisional. Oleh karena itu, Travelstop diyakini dapat menyediakan solusi perjalanan bisnis yang lebih sederhana dan fleksibel menekan biaya.

"Travelstop dipimpin oleh tim pendiri yang berpengalaman memecahkan masalah yang kompleks. Melalui pendekatan modern untuk perjalanan bisnis, Travelstop berada dalam posisi yang tepat untuk menjadi pemimpin di kawasan Asia," ucapnya.

Tag : traveling, StartUp
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top