Kiostix Masih Mitra INASGOC, Tetapi Hak Distribusi Dicabut

Kiostix hanya berperan sebagai pemilik tiket, sedangkan proses distribusi dikerjakan oleh Blibli.com, Loket, dan Tiket.com.
Duwi Setiya Ariyanti | 27 Agustus 2018 12:43 WIB
Suasana Asian Fest di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dalam rangka gelaran Asian Games 2018, Jumat (24/8). - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA — Komite penyelenggara Asian Games di Indonesia (Indonesia Asian Games Organizing Committee /INASGOC) menyebut Kiostix masih menjadi mitra digital. Namun, panitia memutuskan menghentikan proses distribusi tiket oleh Kiostix.

Direktur Media PR Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Danny Buldansyah mengatakan pihaknya masih menggandeng Kiostix sebagai mitra digital. Kendati demikian, kini, Kiostix hanya berperan sebagai pemilik tiket, sedangkan proses distribusi dikerjakan oleh Blibli.com, Loket, dan Tiket.com.

Dia mengakui pihaknya beberapa kali mengubah posisi distributor tiket. Seperti diketahui, pada saat Asian Games dibuka pada 18 Agustus, Kiostix yang menangani distribusi tiket ternyata tak bisa mengakomodasi animo calon penonton. Bahkan, para calon penonton yang telah membeli tiket namun tak bisa menukar voucer-el menjadi tanda masuk.

Setelah itu, INASGOC melibatkan Blibli.com untuk membantu distribusi tiket secara daring. Ternyata hal itu masih belum bisa menyelesaikan masalah tiket. Terutama, saat penjualan tiket pertandingan final tim beregu putra pada cabang olahraga bulu tangkis terlihat keinginan calon penonton untuk menyaksikan langsung atlet-atlet Indonesia tak bisa terbendung sehingga menimbulkan kericuhan.

Pascakejadian itu, INASGOC menarik mitra lain yakni Loket.com dan Tiket.com serta menjadikan Kiostix sebagai pemilik tiketnya. Perubahan itu dilakukan untuk mengatasi kendala pada peranti keras dan lunak yang terjadi pada mitra digital.

"Kiostix itu pemilik tiketnya. Jadi mitranya tetap Kiostix tapi yang jualannya bukan Kiostix. Yang jualan Blibli, Tiket.com, Loket. Karena tadinya tidak mengantisipasi kompleksitas dan animo masyarakat. Ada kendala peranti keras dan peranti lunak," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (26/8/2018).

Selain itu, dia menyebut kompleksitas masalah tiket Asian Games juga karena terbatasnya alokasi tiket bagi penonton umum. Dia tak menyebut berapa pastinya alokasi bagi penonton umum sebelumnya, namun setelah mendapat rekomendasi dari Komite Olimpiade Asia (OCA), pihaknya telah menambah alokasi tiket bagi penonton umum menjadi 90%.

Rekomendasi OCA terhadap alokasi tiket bagi penonton umum adalah respons atas tingginya animo calon penonton Indonesia. Utamanya, saat atlet-atlet Indonesia menunjukkan kemampuannya.

Dia mengakui alokasi untuk penonton umum memang lebih kecil karena terpangkas tiket yang dialokasi untuk atlet, organisasi olahraga, media dan pejabat. Oleh karena itu, jumlah tiket yang bisa dibeli menjadi terbatas meskipun pada kenyataannya, beberapa pertandingan justru menyisakan kursi-kursi kosong.

"Ada tiket yang tidak bisa dijual, ada yang bisa dijual. Jatahnya media 10%, jatahnya VIP sekian, jatahnya PB juga harus di-serve. Jatahnya, asian [dan] international federation, sekian harus di-serve. Atlet yang bertanding, itu juga harus di-serve," katanya.

Dengan pengaturan yang baru, dia memastikan penonton umum bisa mendapatkan porsi lebih banyak. Hal itu bisa dilihat sejak pertandingan pada Sabtu (25/8/2018). Pembagiannya, dia menyebut Blibli.com dan Tiket.com menjual tiket untuk seluruh cabang olahraga (cabor), sementara situs Asian Games Ticket yang beroperasi menggunakan platform Loket.com khusus menyediakan cabor badminton, bola basket, sepak bola pria, akuatik, bola voli, dan eSports.

Menurutnya, semua tiket pertandingan dijual secara daring. Khususnya, pertandingan olahraga yang memiliki permintaan tinggi. Kendati demikian, pihaknya akan menjual tiket secara luring dengan porsi sekira 30% untuk pertandingan dengan permintaan yang lebih rendah.

"Badminton itu semuanya adalah online [penjualannya]. Kalau yang tiket kurang populer atau demand lebih rendah 30:70 online, tergantung," katanya.

Sebelumnya, CEO Kiostix, Ade Sulistioputra mengatakan kolaborasi ini akan menambah titik distribusi sehingga bisa menangani tingginya lalu lintas data.

CEO Loket, Edy Sulistyo mengatakan pihaknya akan mengurangi antrean pengunjung melalui pengaturan yang lebih baik. Oleh karena itu, dia akan menggunakan teknologi pindai kode batang sehingga tiket terdistribusi dengan baik dan menghindari nomor kursi ganda.

"Loket akan mendukung penuh kolaborasi penjualan tiket Asian Games 2018 dan memastikan akan mengurangi antrean serta menerapkan traffic management berbasis teknologi pindai [scan] barcode yang lebih ketat dan presisi sehingga tiket dapat terdistribusi dengan baik dan juga menghindari peluang terjadinya double seat," katanya.

Tag : asian games 2018
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top