Garuda Indonesia Gencarkan Renegosiasi Kontrak Sewa Pesawat

Garuda Indonesia (GIAA) akan menggencarkan proses renegosiasi terhadap enam kontrak sewa pesawat dalam enam hingga 12 bulan mendatang.
Rio Sandy Pradana | 27 Agustus 2018 17:52 WIB
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N Mansury (dari kanan) didampingi Direktur Sigit Muhartono, dan Direktur Helmi Imam Satriyono menjawab pertanyaan wartawan, seusai menyampaikan paparan kinerja kuartal III/2017, di gedung Aerofood ACS, Banten, Rabu (25/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. akan menggencarkan proses renegosiasi terhadap enam kontrak sewa pesawat dalam enam hingga 12 bulan mendatang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan renegosiasi akan dilakukan terhadap perusahaan pembiayaan (lessor) dan pabrikan. Sejak awal tahun proses renegosiasi juga sudah dilakukan secara komersial.

"Melalui renegosiasi kami harus bisa mencari ruang yang pihak mereka bisa terima, agar mau menurunkan biaya sewa. Jalan ditempuh adalah melalui jalan renegosiasi komersil," kata Pahala di kompleks Gedung DPR, Senin (27/8/2018).

Dia menambahkan biaya sewa yang tinggi sangat membebani biaya keseluruhan maskapai, di samping biaya bahan bakar dan biaya lain-lain. Total biaya pengeluaran maskapai pelat merah tersebut mencapai US$2,1 miliar sepanjang semester I/2018 atau naik 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dia menuturkan enam kontrak sewa tersebut meliputi sekitar 60 unit pesawat. Keberhasilan renegosiasi tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Garuda.

Pahala mengungkapkan upaya renegosiasi secara komersil akan dikedepankan. Namun, apabila menemui jalan buntu upaya hukum akan disiapkan.

Berdasarkan laporan keuangan Garuda, biaya sewa pesawat mencapai US$517,1 juta sepanjang semester I/2018. Nilai tersebut relatif sama dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Biaya sewa tersebut berkontribusi hingga 24,5% dari total biaya operasional sepanjang semester lalu. Akan tetapi, porsi tersebut masih di bawah biaya bahan bakar (fuel) yang mencapai 30,3% pada periode yang sama.

Tag : garuda indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top