Akses Cikarang Dry Port: Distribusi Logistik Akan Lebih Lancar?

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyambut baik dengan segera dibukanya akses Cikarang Dry Port pada Selasa besok (28/8/2018) mulai pukul 00.00 WIB.
Ilham Budhiman | 27 Agustus 2018 18:45 WIB
Menhub saat Meresmikan Graha Aptrindo di Jakarta dan berdiskusi dengan Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan Kamis (26/7/2018). - Bisnis/Akhmad Mabrori

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyambut baik dengan segera dibukanya akses Cikarang Dry Port (CDP) pada Selasa (28/8/2018) mulai pukul 00.00 WIB.

Wakil Ketua Umum Aptrindo Kyatmaja Lookman mengatakan dengan dibukanya akses tersebut maka kendaraan angkutan barang memiliki tiga pilihan selain melalui akses Cikarang Utama dan Cibatu yang dinilainya sudah semakin padat.

"Akses Cikarang Dry Port sangat positif, karena selama ini masuk ke Cikarang itu melalui dua jalur, yaitu Cikarang Utama dan Cibatu. Kedua akses itu sudah padat jalannya. Nah, dengan dibukanya CDP maka ada pilihan," kata Kyatmaja, Senin (27/8/2018).

Saat ini, menurutnya, lalu lintas truk pengangkut logistik sudah semakin tinggi khususnya di kawasan Cikarang, Karawang, Cibitung dan sekitarnya yang kebanyakan termasuk daerah KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).

"Selain itu, truk-truk [pengangkut barang] impor untuk domestik juga banyak. Oleh karena akses dari pelabuhan ke daerah industri itu sangat tinggi sekali frekuensinya. Kebanyakan 70% pengiriman di Priok kan ke sana," ungkapnya.

Dengan tingginya frekuensi lalu lintas truk itu, kata dia, maka sering menimbulkan kemcetan yang tak bisa terhindarkan mengingat aktivitas muatan logistik adalah Pelabuhan ke kawasan industri atau sebaliknya.

Kendati demikian, dia tetap memberi masukan kepada pemerintah agar perlu fokus terhadap pembangunan jalur Cibitung-Cilincing yang saat ini dinilainya masih hanya wacana.

"Tetapi seharusnya pemerintah perlu fokuskan itu jalur Cibitung-Cilincing, yang sampai sekarang masih jadi wacana. Jalur itu seharusnya bisa mengurai kemacetan sebab langsung dari Pelabuhan ke kawasan industri," ujarnya.

Di sisi lain, Kyatmaja mengeluhkan tarif akses CDP yang dinilai cukup tinggi yaitu Rp9.000 untuk kendaraan golongan IV dan V.

"Padahal ini cuma tiga kilo meter. Berarti, artinya Rp3.000 per kilometer dan itu terbilang mahal meskipun tidak semahal akses ke Priok. Tapi apapun itu, saya apresiasi karena akan mengurangi kemacetan," ungkapnya.

Akses CDP atau pelabuhan darat Cikarang dari gerbang tol (GT) baru yakni Cikarang Utara Jakarta-Cikampek ini memprioritaskan truk-truk besar yang akan masuk ke Pelabuhan darat Cikarang, Kabupaten Bekasi, melalui akses tersendiri.

Jalan Akses CDP memiliki panjang 3,06 km merupakan perpanjangan pintu gerbang Pelabuhan Internasional Tanjung Priok. Dengan adanya akses ini, maka akan mengurangi kelebihan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok dan mengurai truk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Fasilitas Cikarang Dry Port merupakan pelayanan terpadu satu atap pengurusan barang industri, mulai dari dokumentasi, pemeriksaan hingga perizinan.

Oleh karena pentingnya fasilitas itu bagi kawasan industri di kawasan Jababeka dan sekitarnya, pemerintah membangun akses langsung berupa jalan tol dan flyover yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah melalui Ditjen Bina Marga sebesar Rp255 miliar.

Tag : Aptrindo
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top