AP I Guyur Insentif Landing Fee bagi Maskapai

PT Angkasa Pura I menjanjikan insentif berupa pembebasan dan potongan biaya pendaratan pesawat bagi maskapai yang singgah dari dan ke bandara di bawah pengelolaannya.
Rio Sandy Pradana | 27 Agustus 2018 23:53 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Bandara di Bali ini merupakan salah satu yang dikelola PT Angkasa Pura I. - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) menjanjikan insentif berupa pembebasan dan potongan biaya pendaratan pesawat bagi maskapai yang singgah dari dan ke bandara di bawah pengelolaannya.

Direktur Pelayanan dan Pemasaran AP I Devy Suradji akan memberikan program insentif sebagai upaya dukungan pemasaran kepada maskapai yang beroperasi ke/dari bandara yang dikelola.

Program insentif ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan trafik penumpang dan pergerakan pesawat, serta memperkuat dan mempertahankan jaringan rute udara bandara-bandara AP I.

“Secara garis besar, program insentif yang kami berikan adalah berupa new route incentive scheme atau skema insentif yang diberikan kepada maskapai yang membuka rute baru di bandara-bandara AP I, dan additional flight frequency incentive scheme atau skema insentif yang diberikan kepada maskapai yang menambah frekuensi penerbangan atas rute yang sudah ada,” ujarnya pada Senin (27/8/2018).

Dia menjelaskan new route incentive scheme diberikan berupa pembebasan biaya pendaratan (landing fee) selama setahun penuh bagi rute atau penerbangan baru domestik di semua bandara AP I, kecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Selain itu, pembebasan biaya landing fee selama setahun penuh bagi rute atau penerbangan baru internasional di semua bandara AP I, kecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Adisutjipto.

Devy menuturkan insentif untuk maskapai juga diberikan dalam bentuk pembebasan biaya aktivitas promosi maskapai di dalam perimeter bandara selama sebulan penuh dan pembebasan biaya aktivitas inagurasi pembukaan rute baru di bandara.

Insentif selanjutnya, yakni additional flight frequency incentive scheme, berupa potongan harga landing fee sebesar 50% selama setahun penuh bagi maskapai yang melakukan penambahan frekuensi penerbangan domestik di sembilan bandara AP I dan diskon 25% di Bandara Juanda dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Namun, diskon tersebut tidak berlaku di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Adisutjipto.

Sementara itu, untuk penambahan frekuensi penerbangan internasional, berlaku diskon landing fee 50% selama setahun penuh, kecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Adisutjipto.

“Kami harap program-program insentif tersebut dapat membantu maskapai dalam mengembangkan bisnisnya, khususnya dalam pembukaan rute-rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan," ujarnya.

Insentif tersebut, tambahnya, merupakan bentuk kontribusi AP I dalam memajukan industri penerbangan nasional, mendorong peningkatan lalu lintas transportasi udara, mengoptimalkan kinerja bandara, sekaligus memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.

AP I telah mengadakan Airlines Gathering Chapter Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan ikatan kerjasama antara pengelola bandara dengan pengguna jasanya, yakni maskapai dan jasa layanan darat (groundhandling), khususnya di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Selain itu, acara tersebut bisa menjadi sarana untuk menampung aspirasi pengguna jasa, sehingga dapat menjadi masukan bagi AP I dalam melakukan perbaikan berkelanjutan.

“Airport-airlines dapat saling menyinergikan strategi, untuk bersama-sama menggarap potensi dan peluang dalam rangka pengembangan pasar ke depan secara lebih optimal,” ujar Devy.

Tag : angkasa pura i
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top