Fokus Ekonomi Digital, IPO Bukan Tujuan Utama Bukalapak dan Tokopedia

Dua startup e-commerce unicorn Indonesia, Tokopedia dan BukaLapak, mengaku masih fokus pada pengembangan ekonomi dan ekosistem digital di Indonesia sebelum memikirkan rencana penawaran umum saham kepada publik atau Initial Public Offering (IPO).
Emanuel B. Caesario | 28 Agustus 2018 08:32 WIB
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Dua startup e-commerce unicorn Indonesia, Tokopedia dan Bukalapak, mengaku masih fokus pada pengembangan ekonomi dan ekosistem digital di Indonesia sebelum memikirkan rencana penawaran umum saham kepada publik atau Initial Public Offering (IPO).

Head of Financial & Payment Services Bukalapak Destya Danang Pradityo mengatakan bahwa IPO bukanlah tujuan akhir dari perjalanan bisnis Bukalapak.

“Bukan IPO, tetapi apa yang bisa kami sumbangkan atau berikan pada dunia ekonomi digital Indonesia. Goal-nya bukan IPO, ada hal lain yang lebih penting menurut kami,” ujarnya, Senin (27/8/2018).

Menurut Destya, saat ini bisnis yang dijalankan Bukalapak sebenarnya sudah memberikan pendapatan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Namun, fokus perseroan hingga dua tahun ke depan masih pada upaya memperluas pasar. Perseroan menggunakan keuntungan dari bisnis selama ini untuk menggarap pasar yang lebih besar.

Sementara itu, Head of Fintech Tokopedia Samuel Sentana menerangkan bahwa visi Tokopedia adalah untuk memeratakan ekonomi nasional dengan sistem digital. IPO hanya menjadi bagian dari perwujudan visi tersebut.

Dia mencontohkan aktivitas investasi masyarakat di daerah terpencil yang ingin menginvestasikan Rp3 juta di deposito bank, tetapi harus mengeluarkan biaya transportasi pergi-pulang Rp150.000 atau 5% dari nilai investasinya.

Hal ini menjadi gambaran bahwa masih banyak masyarakat di daerah yang belum tersentuh ekonomi digital yang sebenarnya bisa memudahkan dan meningkatkan efektivitas hidup mereka. Oleh karena itu, lanjut Samuel, Tokopedia masih akan fokus pada upaya menjangkau masyarakat terpencil ini.

Saat ini, baik Bukalapak maupun Tokopedia tidak lagi sekadar tempat jual beli barang tetapi sudah berkembang menjadi tempat berinvestasi bagi masyarakat, khususnya untuk instrumen reksa dana.

Adapun startup unicorn adalah perusahaan rintisan yang valuasinya sudah menembus US$1 miliar.

Tag : e-commerce, pasar modal
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top