Johnson & Johnson Indonesia Perkenalkan Teknologi Benang Bedah

PT Johnson & Johnson (JnJ) Indonesia memperkuat lini medical device dengan meningkatkan pemahaman para dokter bedah di Indonesia.
Anggara Pernando | 28 Agustus 2018 19:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Johnson & Johnson (JnJ) Indonesia memperkuat lini medical device dengan meningkatkan pemahaman para dokter bedah di Indonesia.

Salah satu langkah perusahaan adalah memperkenalkan teknologi terbaru benang bedah guna menekan terjadinya Surgical Site Infections (SSI) dalam proses pembedahan.

Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia menuturkan pihaknya memperkenalkan produk terbaru ini karena direkomendasikan oleh otoritas kesehatan dunia.

"Ini teknologi terkini dalam bidang kesehatan. Kami perkenalkan semenjak 2017. Belum banyak tenaga kesehatan di Indonesia mengenal teknologi ini," kata Devy, Selasa (28/8/2018).

Dia mengatakan JnJ Indonesia mengharapkan tenaga kesehatan di Indonesia memahami dan mau mengadopsi panduan layanan kesehatan global.

SSI adalah infeksi daerah operasi (IDO) yang disebabkan oleh bakteri yang masuk saat dilakukannya proses operasi yang terlihat 30 hari setelah operasi yang menyebabkan luka pada bagian tubuh manusia. Saat ini, SSI masih menjadi salah satu permasalahan dalam pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data WHO, terdapat sekitar 11% pasien yang mengalami infeksi setelah menjalani proses operasi. Angka terbesar terjadi pada negara berkembang ataupun negara miskin. Namun di negara maju juga ditemukan.

"Secara global JnJ terdiri dari empat bisnis, yakni consumer, farmasi, medical device serta vision. Untuk Asia Tenggara, termasuk Indonesia, keempat bisnis ini disatukan," katanya.

Sementara itu, Global Guidelines for the Prevention of Surgical Site Infection yang dikeluarkan WHO pada November 2016 menerbitkan 29 jenis rekomendasi yang meliputi 23 topik dalam pencegahan SSI pada pre-, intra dan postoperative.

”Baik WHO, CDC dan ACS juga merekomendasikan untuk menggunakan benang berlapis antimikroba dalam beberapa jenis operasi guna mengurangi risiko terjadinya SSI. Dalam hal ini, para ahli disarankan untuk menggunakan benang yang telah dilapisi oleh triclosan sebagai salah satu prosedur operasi,” kata Hari Paraton, SpOG (K), salah satu dokter spesialis Indonesia.

Tag : farmasi
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top