VMWORLD 2018: Apa yang Baru dari VMware Cloud Services?

Korporasi penyedia komputasi virtual global VMware Inc. meluncurkan VMware Cloud Services mutakhir yang diklaim semakin digdaya dalam mendukung operasi cloud perusahaan. 
Achmad Aris | 28 Agustus 2018 16:27 WIB
CEO VMware Pat Gelsinger saat memberikan keynote speech dalam General Session Day 1 ajang VMworld 2018 yang digelar di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, AS, Senin (27/8). - Bisnis/Achmad Aris

Bisnis.com, LAS VEGAS – Korporasi penyedia komputasi virtual global VMware Inc. meluncurkan VMware Cloud Services mutakhir yang diklaim semakin digdaya dalam mendukung operasi cloud perusahaan. 
 
Pembaharuan produk ini diumumkan dalam ajang tahunan VMworld 2018 yang digelar di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, AS, Senin (27/8/2018). Adapun VMworld 2018 akan berlangsung hingga 30 Agustus 2018.

Serangkaian penyempurnaan yang disematkan oleh VMware ke platform operasi cloud berbasis model layanan software-as-a-service (SaaS) tersebut, meliputi layanan otomatisasi cloud mutakhir yang mencakup VMware Cloud Assembly, VMware Service Broker, dan VMware Code Stream.

VMware juga melakukan sejumlah penyempurnaan di layanan keamanan dan kelaikan konfigurasi cloud mutakhir, serta pada suguhan layanan Wavefront by VMware.

Berbagai pembaharuan tersebut diharapkan dapat mendukung tim operasional cloud di perusahaan, tim keamanan, maupun tim kelaikan sistem, dalam upaya untuk mengelola biaya, operasional, tingkat keamanan, serta menjaga kelaikan operasi di seluruh lingkungan cloud perusahaan. 
 
VMware Cloud Services dibangun berlandaskan pada kepiawaian VMware di kancah cloud management, sebagai jaminan dihadirkannya sebuah platform terpadu yang mendukung tim engineering dan operasional cloud di perusahaan dalam memperoleh visibilitas yang tinggi ke sumber-sumber cloud, mendukung pengeloaan biaya yang lebih baik, membangun efisiensi sistem melalui pola pengelolaan sumber-sumber yang prima, serta dalam memenuhi standar kelaikan konfigurasi secara real-time melalui digelarnya otomatisasi dan disuguhkannya insight dengan baik.
 
“Melalui VMware vRealize, VMware makin memantapkan kepemimpinannya di kancah platform cloud management dalam menghadirkan layanan SaaS terintegrasi yang secara terpadu mampu mengatasi kendala-kendala yang dahulu muncul dalam setiap operasi cloud. Layanan tersebut dapat bekerja secara konsisten di semua native public clouds maupun private cloud,” jelas Chief Operating Officer, Products and Cloud Services VMware Raghu Raghuram.
 
Menurutnya, platform operasi cloud komprehensif menjadi kunci bagi pelanggan dalam menciptakan nilai, meningkatkan performa bisnis, serta dalam memangkas risiko-risiko melalui pengelolaan dan pengoperasian workload di cloud, sekaligus dalam membangun sistem keamanannya.
 
Berbagai pembaharuan pada layanan VMware Cloud Services ini sudah bisa dinikmati secara umum mulai saat ini. VMware Cloud Assembly, VMware Service Broker, dan VMware Code Stream mulai tersedia hari ini.

Sementara itu, untuk VMware Secure State masih tersedia dalam mode beta untuk publik. 
 
Adapun perincian pembaharuan untuk layanan cloud automation adalah: 
• VMware Cloud Assembly menghadirkan provisi terpadu di seluruh cloud melalui Infrastructure as Code, seperti AWS, Azure, dan VMware Cloud on AWS. Cloud Assembly memungkinkan tim IT dan operasi cloud untuk melakukan orkestrasi dan akselerasi infrastruktur dan penghantaran aplikasi yang selaras dengan prinsip-prinsip dalam DevOps. Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan pengalaman yang dirasakan oleh pengembang, sehingga pengembang dapat menikmati pengalaman menyeluruh yang setara dengan saat melakukan provisi sumber-sumber dari native public clouds.

• VMware Service Broker yang menyuguhkan akses swalayan yang sederhana ke sumber-sumber infrastruktur dan aplikasi di lingkungan multi cloud, dari satu katalog tanpa peranti terpisah. Service Broker mendukung tim operasi dapat menerapkan tata kelola akses ke sumber-sumber secara lebih efektif, serta dalam pendayagunaan dan penerapan kendali keamanan, penggelaran, serta penerapan kebijakan di lingkungan multi cloud.

• VMware Code Stream yang mengotomatisasikan kode dan proses rilis aplikasi dengan set kapabilitas penggelaran aplikasi yang lengkap, kapabilitas pengujian dan troubleshooting. Fitur ini terintegrasi dengan tools pengembang yang telah popular serta mendukung private cloud berbasis VMware, VMware Cloud on AWS dan native public clouds. Code Stream mendukung enterprise mendapatkan kode dan aplikasi secara lebih cepat, sekaligus memangkas waktu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul.
 
Untuk pembaharuan dari aspek keamanan atau VMware Scure State: 
 
• Security Insights yang menerapkan indeks pada seluruh aset dan mendukung dibangunnya model infrastruktur cloud, sehingga tidak saja mampu mencium semua kerentanan yang ada dengan cara efisien, tapi juga jenis kerentanan “connected threats” yang sedang marak di lapisan layanan cloud terkonfigurasi. Juga turut menghadirkan informasi kontekstual dan “threat chain” untuk obyek-obyek dengan obyek cloud yang terkait.

• Real-Time Detection yang mampu melacak setiap adanya perubahan-perubahan yang terjadi di infrastruktur cloud secara real-time. Hal ini memungkinkan ditampilkannya notifikasi setiap adanya perubahan pada obyek maupun pada layanan terkait yang kena imbas, dengan cepat. VMware Secure State melakukan konfigurasi skala insights mengenai keamanan konfigurasi secara proaktif kepada seluruh tim keamanan, tim cloud engineering, dan DevOps.

• Continuous Compliance yang mencakup pemantauan kelaikan secara out-of-the-box dan skema pelaporan untuk menyuguhkan skema pelaporan tolok ukur kelaikan overarching secara on-demand.
 
Adapun untuk pembaharuan pada layanan Wavefront by VMware meliputi:
 
• Massive container scalability di mana menurut hasil dari pengujian yang dilakukan secara internal, VMware berhasil melakukan validasi bahwa Wavefront mampu melakukan analisis, meng-ingest, sekaligus memvisualisasikan data metrik dari satu lingkungan yang mengoperasikan hingga 100.000 containers sekaligus.

• Comprehensive Kubernetes Support: Wavefront suguhkan insight untuk metrikulasi Kubernetes guna menghindari adanya blind spot pada proses pemantauan. Wavefront dibangun di atas fondasi yang terintegrasikan dengan Pivotal Container Service (PKS). Wavefront kini telah dilengkapi pula dengan quick start dari dalam PKS; programmatic enforcement untuk peringatan-peringatan yang telah diset terlebih dahulu sejumlah KPIs penting di seluruh kluster dan komponen Kubernetes yang diinginkan; serta metrikulasi kube-state untuk mencapai pemahaman holistik atas kondisi kesehatan Kubernetes di dalam.

• Serverless Application Monitoring: Lambda SDK dan sajian dashboards terbaru mampu mendukung pengembang untuk menghantarkan kode nirserver dengan cepat, akurat, dan terpercaya. Delta Counters, salah satu jenis metrikulasi mutakhir, mampu menghantarkan proses-proses pelaporan secara lebih akurat.

• New Visualizations and AWS UX Enhancements merupakan fitur-fitur mutakhir yang mampu menyuguhkan visibilitas yang luas secara real-time ke aplikasi menggunakan  topologi public cloud, yang terkontainerkan maupun topologi microservices. Dashboard AWS baru pada Wavefront mampu mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan resolusi atas setiap insiden yang terjadi dan mampu menembus langsung hingga ke aset pada bagian yang ditengarai menjadi penyebabnya. Widget visualisasi metrikulasi paling mutakhir bisa membantu dalam mengidentifikasi adanya anomali maupun insiden dengan cepat.

Tag : cloud computing, vmware
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top