Optimalkan Aset, PTPN VII Rancang Diversifikasi Bisnis

Regulasi pemerintah yang membuka peluang BUMN yang memiliki potensi mengembangkan usaha di luar bisnis intinya disambut PT Perkebunan Nusantara VII.
Dinda Wulandari | 28 Agustus 2018 14:49 WIB
Ilustrasi Resort - Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG — Regulasi pemerintah yang membuka peluang BUMN yang memiliki potensi mengembangkan usaha di luar bisnis intinya disambut PT Perkebunan Nusantara VII.

Perusahaan agro yang berkantor pusat di Lampung itu menggandeng beberapa BUMN lain untuk mengoptimalkan fungsi lahan strategis yang dimiliki. Tiga proyek di antaranya tergolong prestisius yakni Kawasan Wisata Terpadu Teluk Nipah, dan dua kompleks di Kedaton Bandar Lampung dan Palembang, Sumatera Selatan dikembangkan untuk perdagangan, hotel, rumah sakit, dan sport center.

Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho mengatakan, pihaknya menggandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT Patra Jasa untuk membangun resort di lahan seluas 820 hektare milik PTPN VII di Desa Bulok, Kalianda, Lampung Selatan.

“Ya, kami punya lahan HGU seluas 820 hektare lebih di Pantai Teluk Nipah, Kalianda. Kawasan itu masuk roadmap pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dengan konsentrasi wisata. Maka itu, kami gandeng PTPP yang punya kompetensi konstruksi dan Patra Jasa yang punya spesialisasi bidang hospitality,” kata Dirut yang akrab disapa Oho tersebut, melalui rilis yang diterima Bisnis.com, Selasa (28/8/2018).

Hasil analisis studi kelayakan yang dikerjakan konsultan telah diserahkan kepada pihaknya. Dalam presentasinya, kata Oho, pihak konsultan merancang satu resort prestisius dengan fasilitas lengkap.

“Saya sudah baca dan lihat visualnya. Bagus sekali. Ini sangat sesuai dengan pernyataan Pak Gubernur Lampung kemarin pada acara Festival Krakatau, bahwa Lampung segera menjadi New Bali,” katanya.

Dalam feasibility study, kawasan yang memiliki garis pantai sekira 5 km dengan area pantai landai berpasir sekira 2 km divisualkan menjadi beberapa area khusus dengan barbagai wahana. Terdapat tebing terjal dengan posisi bukit membalkon, ceruk, dan dataran yang saat ini terdapat tanaman karet yang memungkinkan kawasan itu menjadi one stop holiday.

Tropical Area, konsultan yang melakukan kajian proyek tersebut, memproyeksikan kawasan itu sebagai kompleks wisata multiminat. Ada all natural resort, geopark beach, jetty boat, kawasan seni budaya lokal, wahana lintas alam sungai, area out bond, teater terbuka, observatorium, bahkan area terbuka untuk acara pernikahan.

“Lahan kami sangat cukup untuk kawasan wisata terpadu ini. Keragaman kontur, pantai dengan ombak dan pasir sangat bagus, tebing menjorok ke laut, area perbukitan, ada sungai kecil, dan area datarnya. Kami bisa bikin apa saja, termasuk mini golf.”

Meskipun hasil kajian sudah ada, Oho menyampaikan konsorsium tiga BUMN ini belum memutuskan langkah. Salah satu faktor yang harus menjadi pertimbangan dari hasil kajian adalah karena dana yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai Rp1 triliun. “Ini harus kami bicara lagi dengan direksi masing-masing BUMN.”

Namun, dia yakin, meskipun tidak segera dieksekusi, proyek ini sangat visibel dan prospektif. Sebab, katanya, Lampung memiliki keunggulan komparatif dari sisi geografis, keindahan alam, dan daya dukung infrastruktur.

“Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat ekonomi membutuhkan kawasan untuk rehat, dan Lampung sebagai buffer Ibu Kota punya sumber daya itu. Lebih-lebih, pemerintah pusat terus membangun infrastruktur seperti jalan tol, dermaga eksekutif di Bakauheni, dan insentif lainnya di Lampung. Ini adalah masa depan kami dan kita semua.”

Dua proyek lainnya adalah rencana pembangunan kompleks retail, hotel, rumah sakit dan convention center di emplasemen PTPN VII Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung.  Pada proyek ini, PTPN VII bersinergi dengan PT Wijaya Karya, BUMN bidang konstruksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rengganis, Hamid, & Rekan yang mengerjakan kajian lahan seluas 6,87 hektare itu cenderung cocok untuk hotel bujet, pasar modern, dan gedung pertemuan.

Kedekatan dengan fasilitas sejenis di sekitar lokasi, masih sangat prospektif untuk bersaing. Dengan investasi pembangunan senilai Rp383 miliar, hotel lima lantai dengan 106 kamar, convention center lima lantai, dan gedung toko retail dengan luas lantai 55.000 meter akan mendapat respons pasar lebih baik.

Hal yang sama juga dirancang untuk lahan PTPN VII Kantor Perwakilan Sumsel di Jalan Kol. H. Burlian, Palembang. Di lahan seluas 5,14 hektare itu, konsultan merekomendasikan untuk dibangun hotel bintang tiga, convention center, retail, sport center, dan gedung parkir.

Dengan investasi biaya pengembangan senilai Rp359,8 miliar, kompleks ini diperkirakan akan menjadi profit center perusahaan di luar bisnis utamanya.

Tag : ptpn vii
Editor : Surya Mahendra Saputra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top