Petani Khawatir Operasi Pasar Beras Tak Tepat Sasaran

Kalangan petani mengingatkan, agar pemerintah memerhatikan betul teknis operasi pasar (OP) beras. Mereka khawatir keputusan OP akan menekan harga di tingkat petani, apalagi sebagian petani belum selesai panen.
Rinaldi Mohammad Azka | 28 Agustus 2018 23:58 WIB
Impor beras dalam lima tahun terakhir

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan petani mengingatkan, agar pemerintah memerhatikan betul teknis operasi pasar (OP) beras. Mereka khawatir keputusan OP akan menekan harga di tingkat petani, apalagi sebagian petani belum selesai panen.

“Kami petani berharap pemerintah selektif memilih daerah sasaran, yakni sebaiknya daerah-daerah itu bukan daerah yang surplus beras”, ujar Guntur Subagja, Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah melaksanakan Rapat Koordinasi Kementerian Koordinator (Rakor) Perekonomian di Jakarta Senin (27/8/2018) kemarin memutuskan pemerintah mulai melakukan intervensi pasar beras. 

Sejumlah alasan mendasari keputusan ini, di antaranya harga beras di beberapa daerah yang bergerak naik. Intervensi juga dilakukan demi menjaga inflasi di angka 3,5%.

Keputusan intervensi diambil dalam Rakor yang dihadiri antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, serta Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi. 

Berdasarkan, Data Informasi Pangan Jakarta per Selasa (28/8), harga hampir semua jenis beras terpantau naik sangat tipis. Kenaikan terbanyak pada beras jenis IR I (IR64) sebesar Rp85 menjadi Rp 11.754 perkilogram. Sementara Beras Muncul I turun Rp16 menjadi Rp12.096 per kilogram. 

Secara nasional harga beras pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, terpantau hanya Beras Kualitas Bawah I yang naik sebesar Rp100 menjadi Rp10.700 perkilogram. 

Sementara itu beras jenis lainnya, Beras Kualitas Medum I dan Beras Kualitas Super I turun masing-masing Rp50 dan Rp 00 menjadi Rp11.750 dan Rp12.900 per kilogram. Sedangkan, Beras Kualitas Bawah II dan Beras Kualitas Medium II tetap di harga Rp10.300 dan Rp 11.650 per kilogram. 

Menurut pedagang beras di salah satu pasar tradisional di Ibukota, memang terjadi kenaikan harga namun masih tergolong normal. “Iya memang sempat 2-3 kali naik bulan ini, tapi masih normal. Karena pasokan normal”, ujar Roy pedagang beras Pasar Palmerah, Jakarta Selatan. 

Nurwangsa, pedagang lainnya di Pasar Palmerah juga menyebutkan kenaikan harga beras belum memberi pengaruh yang berarti, ” Baru-baru saja naik, engga pengaruh sih paling 100 perak perkilo,” imbuhnya.

Tag : Harga Beras
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top