Harga Tiket Pesawat Ekonomi Naik, Pengusaha Pariwisata Ketir-Ketir

Kenaikan batas bawah tarif tiket pesawat sebesar 5% bakal berdampak langsung pada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).
Yanita Petriella | 29 Agustus 2018 14:28 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan batas bawah tarif tiket pesawat sebesar 5% bakal berdampak langsung pada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar menuturkan, dalam beberapa pekan terakhir banyak wisman dan wisnus yang sudah mengeluhkan mahalnya tiket pesawat terutama saat peak season

"Di sektor pariwisata, komponen aksesibilitas ini menjadi bagian paling penting untuk menarik wisman maupun wisnus. Kenaikan batas bawah tarif pesawat ini memang hanya menguntungkan satu pihak saja, yaitu maskapai. Ini saja sudah banyak wisatawan yang mengeluhkan mahalnya tiket pesawat sebelum ada kenaikan tarif batas bawah," ujarnya, Selasa (28/8/2018). 

Menurutnya, harga tiket pesawat rute domestik saat ini terbilang lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket pesawat rute internasional. Akibatnya, wisnus diproyeksi bakal lebih memilih untuk melancong ke luar negeri (outbound).

"Ini tentu berdampak pada jumlah kunjungan dan pencapaian target wisman dan wisnus. Terlebih di Indonesia hanya menawarkan destinasi wisata alam dan budaya bukan destinasi belanja seperti Singapura, Malaysia maupun Thailand. Saya yakin orang saat akhir pekan lebih memilih ke luar negeri dibandingkan dengan liburan di Indonesia," tuturnya.

Terlebih lagi, pelaku usaha bersama dengan Visit Wonderful Indonesia (ViWI) telah merancang sejumlah paket Hot Deals agar dapat menarik wisman masuk ke Indonesia. Hot Deals ini merupakan paket perjalanan wisata bersama dengan tiket pesawat tentu dengan harga yang murah. 

"Tentu kenaikan batas bawah tarif tiket ini pengaruh ke paket Hot Deals yang kami buat bersama dengan ViWI. Bisa jadi paket ini mahal karena batas bawah tarif tiket pesawat juga naik," katanya. 

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Aksesibilitas dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Judi Rifajantoro menuturkan kenaikan tarif batas bawah ini hanya akan terasa saat low season

Ditetapkannya tarif batas bawah ini, lanjutnya, untuk menjaga tingkat kompetisi maskapai agar harga tiket tidak terlalu rendah. 

"Ini agar mereka [maskapai] enggak banting-bantingan harga karena mengakui bisa menganggu cost yang lain seperti maintanance. Ini juga usaha agar maskapai sehat," katanya.

Sektor pariwisata, lanjutnya, membutuhkan maskapai yang sehat secara finansial sehingga maskapai bisa menambah rute dan frekuensi terbang. 

Dengan demikian, Judi meyakini kenaikan batas tarif bawah ini tak berdampak signifikan pada kunjungan wisman maupun wisnus. Pasalnya, tidak banyak wisatawan yang menikmati tarif batas bawah ini. 

"Enggak banyak yang menikmati tarif batas bawah ini. Maskapai juga hanya menyediakan beberapa seat dan hanya berapa persen saja. Jadi enggak masalah dan ga berdampak ke sektor pariwisata," ucapnya. 

Tag : tiket pesawat
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top