Aprobi Siap Penuhi Alokasi Biodiesel

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) M.P. Tumanggor mengatakan pihaknya siap memenuhi alokasi pengadaan biodiesel yang ditetapkan menjadi 2,89 juta kiloliter (kL) sampai Desember 2018.
Denis Riantiza Meilanova | 29 Agustus 2018 08:12 WIB
Ilustrasi biodiesel - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) M.P. Tumanggor mengatakan pihaknya siap memenuhi alokasi pengadaan biodiesel yang ditetapkan menjadi 2,89 juta kiloliter (kL) sampai Desember 2018.
 
Dia menilai produsen biofuel tidak akan mengalami kesulitan memenuhi alokasi tersebut karena kapasitas terpasang produksi sudah cukup besar.
 
"Kapasitas kami kan sampai 14 juta kL.  Ini kami mau gelontorkan hanya sekitar 3 juta, ya enggak masalah," sebut Tumanggor di Jakarta, Selasa (28/8/2018).
 
Menurutnya, nantinya pengiriman biofuel ke Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) akan dilakukan secara bertahap tiap bulannya.  
 
Di sisi lain, Aprobi juga tak masalah dengan adanya penerapan sanksi kepada Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) berupa denda Rp6.000 per liter.  Penerapan tersebut dipandang sudah tepat untuk mencegah adanya keterlambatan pengiriman ke BU BBM.
 
Kendati penetapan alokasi terbilang mepet, Tumanggor memastikan ketersediaan biodiesel mencukupi untuk pelaksanaan mulai 1 September 2018.
 
"Untuk tanggal 1 itu kan masih banyak stok Pertamina.  Jadi enggak lah. Kami harapkan enggak ada lagi [keterlambatan penyaluran] karena takut denda. Kalau saya misalkan 10.000 liter sama dengan 10 juta kL, denda Rp6.000, jadi Rp60 miliar," tuturnya.
 
Adapun tanda tangan kontrak pengadaan biodiesel rencananya akan dilakukan pada Rabu (29/8) di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tag : Biodiesel, aprobi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top