Alokasi Volume Biodiesel Sampai Akhir 2018 Ditetapkan 2,89 Juta KL

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan alokasi volume untuk pengadaan bahan bakar nabati jenis biodiesel sampai dengan Desember 2018 menjadi 2,89 juta kiloliter (kL).
Denis Riantiza Meilanova | 29 Agustus 2018 08:31 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan alokasi volume untuk pengadaan bahan bakar nabati jenis biodiesel sampai dengan Desember 2018 menjadi 2,89 juta kiloliter (kL).

Volume itu dialokasikan untuk sektor non Public Service Obligation (non PSO) sebanyak 940.407 kL dan untuk sektor PSO sebanyak 1,95 juta kL.

Alokasi volume tersebut ditetapkan melalui dua aturan. Pertama, Keputusan Menteri ESDM Nomor 1936 K/10/MEM/2018 tentang Pengadaan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel untuk Pencampuran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Periode September-Desember 2018.

Kedua, Keputusan Menteri ESDM Nomor 1935 K/10/MEM/2018 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 1803 K/10/MEM/2018 tentang Penetapan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dan Alokasi Besaran Volume untuk Pengadaan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel pada PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk Periode Mei-Oktober 2018.

Untuk PSO, periode pengadaan disesuaikan dari sebelumnya untuk periode Mei-Oktober 2018 menjadi periode Mei-Desember 2018. Pada Mei-Oktober 2018, alokasi semula adalah 1,456 juta kL, tapi untuk penyesuaian hingga Desember 2018 ada penambahan sekitar 494.000 kL.

Terkait penyesuaian tersebut, Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misnah mengatakan kontrak pengadaan antara Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) dengan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) akan diamandemen.

"Amandemen kontrak untuk PSO. Mungkin dalam 1-2 hari ini, sekarang sedang disiapkan," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (28/8/2018).

Adapun penetapan alokasi volume 2,89 juta tersebut, terang Feby, belum termasuk alokasi untuk tiga sektor yang masih direlaksasi waktu pelaksanaannya, yakni relaksasi untuk sektor persenjataan (alutsista), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan kendaraan alat berat milik PT Freeport Indonesia.

"Belum termasuk untuk PLN yang PLTG, kalau yang PLTD sudah masuk. Freeport dan alutsista masih relaksasi," paparnya.

Jika diperinci, alokasi pengadaan pada PT Pertamina (Persero) untuk sektor PSO adalah sebanyak 1,91 juta kL sedangkan PT AKR Corporindo Tbk. sebanyak 40.000 kL.

Sementara itu, untuk non PSO terdapat sebelas badan usaha penyalur BBM yang akan melakukan pencampuran biodiesel, yakni Pertamina sebesar 595.000 kL, AKR sebesar 120.800 kL, PT Exxonmobile Lubricants Indonesia sebesar 73.000 kL, PT Jasatama Petroindo sebesar 26.400 kL, dan PT Petro Andalan Nusantara sebesar 60.000 kL.

Selanjutnya, PT Shell Indonesia sebesar 21.040 kL, PT Cosmic Indonesia sebesar 1.640 kL, PT Cosmic Petroleum Nusantara 4.309 kL, PT Energi Coal Prima 26.400 kL, PT Petro Energy 1.600 kL, dan PT Gasemas 10.000 kL.

Tag : esdm, Biodiesel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top