Kisah di Balik Pemilihan Nicke Sebagai Dirut Pertamina

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menceritakan bagaimana akhirnya Nicke mengalahkan kandidat lain dalam bursa direktur utama (dirut) Pertamina.
David Eka Issetiabudi | 29 Agustus 2018 12:40 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Wajar jika senyuman Nicke Widyawati lebih merekah dari biasanya. Apalagi, setelah wanita lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini akhirnya benar-benar mengisi posisi pucuk pimpinan PT Pertamina (Persero).

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menceritakan bagaimana akhirnya Nicke mengalahkan kandidat lain dalam bursa direktur utama (dirut) Pertamina.

Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai pengangkatan pengalihan jabatan Pertamina, turut diangkat pula Koeshartanto sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Darmawan Samsu menjadi Direktur Hulu menggantikan Syamsu Alam.

“Penetapan ini berdasarkan persetujuan Presiden. Karena khusus untuk Pertamina memang harus melalui Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Presiden. Selain Pertamina, ada 10 BUMN lainnya yang harus melalui proses ini,” paparnya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (29/8/2018).

Fajar menambahkan Menteri BUMN memang mengakui proses pemilihan Dirut Pertamina memerlukan waktu, yakni sekitar empat bulan belakangan. Dengan keluarnya SK No 232/MBU/08/2018 tanggal 29 Agustus 2018, Nicke resmi efektif menjadi DirutPertamina hari ini.

Fajar sempat menyebut ada beberapa nama calon yang diajukan, baik dari internal maupun eksternal Pertamina. Sayangnya, dia enggan menyebut siapa saja yang masuk dalam bursa calon dirut bersama Nicke.

Kementerian BUMN menegaskan terpilihnya Nicke berdasarkan pertimbangan Presiden Joko Widodo.

Namun, pemilihan ini juga dipastikan sudah melalui proses asesmen independen dengan kualifikasi tertentu. Setelah itu, barulah dilihat rekam jejak dan evaluasi terhadap calon dirut.

 “Tidak ada yang mencalonkan, kami juga punya talent pool,” ucap Fajar.

Dia pun menampik jika pemilihan Nicke dan direksi lainnya erat kaitannya dengan kepentingan politik. Semua pertimbangan disebut didasarkan atas masukan yang ada.

Terpisah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung ikut angkat suara soal terpilihnya Plt Dirut Pertamina sebagai direktur utama definitif. Sekretaris TPA Pertamina ini mengakui prosesnya agak panjang.

“Prosesnya kurang lebih dua bulan. Diajukan tiga nama dan akhirnya Presiden memutuskan untuk memberikan kehormatan kepercayaan kepada Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina,” tuturnya.

Istana berharap Nicke dapat betul-betul memimpin Pertamina dan membenahi perusahaan. Apalagi, Pertamina sudah mendapatkan penugasan yang luar biasa besar, seperti mengelola Blok Mahakam dan Blok Rokan.

Sementara itu, Nicke menganggap pengangkatan ini sebagai amanah yang diberikan kepadanya serta merupakan tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan. Wanita kelahiran Tasikmalaya ini pun mengaku sudah menyiapkan tiga pekerjaan prioritas untuk dikerjakan hingga akhir tahun.

“Mengurangi impor, mempercepat pembangunan kilang, dan implementasi B20,” sebutnya. 
 

Tag : pertamina
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top