Perangi Rumor di Internet, Pemerintah China Luncurkan Piyao

China telah meluncurkan platform yang memungkinkan masyarakat melaporkan suatu kabar burung dan mendeteksi apakah laporan tersebut benar atau tidak.
Annisa Margrit | 30 Agustus 2018 14:57 WIB
Ilustrasi media sosial - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA -- China telah meluncurkan platform yang memungkinkan masyarakat melaporkan suatu kabar burung dan mendeteksi apakah laporan tersebut benar atau tidak.
 
Platform bernama Piyao itu berupa situs dan aplikasi mobile, serta memiliki akun media sosial. Piyao, yang berarti menolak rumor, diluncurkan pada Rabu (29/8/2018).
 
Piyao dikelola oleh Komisi Urusan Siber Pusat (Central Cyberspace Affairs Commission), yang bekerja sama dengan kantor berita Xinhua. Selain itu, platform ini juga menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendeteksi kebenaran suatu rumor.
 
"Rumor melanggar hak individu; rumor menimbulkan kepanikan sosial; rumor menyebabkan fluktuasi pasar saham; rumor mempengaruhi operasional bisnis sehari-hari; rumor menyerang martir revolusi secara terang-terangan," demikian pernyataan Piyao dalam video promosi di laman resminya, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/8).
 
Melalui laman resmi, aplikasi, serta akun media sosialnya, Piyao akan menyiarkan berita yang diklaim benar dengan mengambil laporan dari media milik pemerintah, koran lokal yang dikelola partai penguasa, dan instansi pemerintah. 
 
Data Pemerintah China menyebutkan regulator internet menerima 6,7 juta laporan informasi ilegal dan salah pada Juli 2018. Sebagian besar disebarkan melalui Sina yang mengelola Weibo, Tencent yang mengelola WeChat, serta Baidu dan Alibaba.
 
Di Negeri Panda, penyebar atau pembuat rumor yang tidak terbukti kebenarannya bisa didakwa melakukan fitnah dan diancam hukuman penjara selama tujuh tahun. Selain itu, unggahan yang berisi rumor dan dikunjungi 5.000 pengguna internet atau diunggah ulang lebih dari 500 kali juga bisa diancam hukuman penjara.
 
China memang dikenal sebagai negara dengan aturan yang ketat dalam hal penyelenggaraan internet. Hal ini turut mendasari mengapa raksasa teknologi semacam Google atau Facebook tidak memiliki layanan di negara itu.
 
Tahun lalu, Presiden China Xi Jinping menyatakan China akan membangun ruang internet yang bersih dan terang (clean and clear).

Sumber : Reuters

Tag : internet, china
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top