Produksi Kontainer Mini, Pelindo III Gandeng Silog

PT Pelindo III (Persero) menggandeng PT Semen Indonesia Logistik (Silog) untuk memproduksi kontainer mini atau minicon. Kerja sama dilakukan melalui anak perusahaan, yakni PT Pelindo Marine Service (PMS).
Sri Mas Sari | 30 Agustus 2018 06:03 WIB
Petugas keamanan mengawasi alat pengangkat kontainer yang beroperasi di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/5). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelindo III (Persero) menggandeng PT Semen Indonesia Logistik (Silog) untuk memproduksi kontainer mini atau minicon. Kerja sama dilakukan melalui anak perusahaan, yakni PT Pelindo Marine Service (PMS).
 
Direktur Engineering dan ICT PT Pelindo III (Persero) Husein Latief mengatakan kerja sama dengan Silog dilakukan untuk tahap produksi purwarupa (prototype) minicon dan flat deck. Setelah mendapatkan purwarupa yang berfungsi baik, uji coba akan dilakukan.
 
Pada fase ini, Silog akan memproduksi 3 unit tipe folding, 1 unit tipe teleskop, dan 1 unit flat deck, untuk keperluan riset. 
 
"Tahun depan mulai memproyeksikan produksi massal," kata Husein, Rabu (29/8/2018).
 
Dia memaparkan minicon merupakan inovasi Pelindo III sebagai solusi atas permasalahan di lapangan pada industri logistik di Tanah Air. Peti kemas berukuran sepertiga kontainer 20 kaki (TEU's) dan dapat dilipat itu dapat dibongkar langsung saat mencapai distribution center sehingga bisa langsung diangkut ke truk. Tiga minicon dapat dimuat sekaligus ke dalam satu peti kemas ukuran 20 TEU's. 
 
Kemudahan tersebut mampu menghapus biaya pekerja dan handling di gudang lokal. Pada skenario terbaik, proses distribusi diharapkan bisa lebih cepat 2 sampai 3 hari sehingga pengiriman door to door juga lebih cepat. Biaya logistik pun lebih efisien di daerah-daerah yang cocok mengimplementasikan minicon.
 
"PMS melakukan sinergi BUMN dengan menggandeng Silog yang sudah berpengalaman di bidang fabrikasi baja. Harus kita dorong, ini saatnya. Kapan lagi ada peti kemas Merah Putih?" ujar Husein.
 
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyebutkan perseroan akan memproduksi 1.000 boks minicon pada tahap pertama dengan nilai investasi Rp20 miliar.
 
Direktur Keuangan Silog Retno Sulistyowati mengatakan produksi minicon merupakan kerja sama kedua di antara Pelindo III dan Silog. Sebelumnya, kerja sama sudah terjalin di bidang angkutan.
 
"Kami beharap ada kerja sama selanjutnya. Silog siap di bidang forwarding, pelayaran, dan distribusi semen," ujarnya.
 
Pada saat yang sama, entitas usaha lainnya dari Pelindo III Group, yakni RS PHC Surabaya, juga menyepakati kerja sama dengan Pertamina terkait pembangunan first aid clinic di wilayah operasi Region V BUMN migas nasional itu. Pelindo III sebagai operator terminal dan operasional bongkar muat mengelola first aid clinic di sejumlah pelabuhan di Indonesia.
 
Dirut PT PHC Agus Akhmadi menjelaskan PHC telah ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja sebagai Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3). Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No 1/1970, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan suatu perusahaan menjadi tanggung jawab perusahaan pemberi kerja. 
 
"Penunjukan tersebut sesuai dengan syarat yang ditentukan, yaitu memiliki dokter yang bersertifikat hiperkes [ilmu kesehatan dan keselamatan kerja] dan dokter pemeriksa tenaga kerja," jelasnya. 
 
Menurut Agus, first aid clinic yang dikelola PHC di wilayah operasional Pelindo III dilayani dengan perawat yang kompeten, bersertifikat Hiperkes, penanggulangan penderita gawat darurat (PPGD), advance trauma life support (ATLS), dan advanced cardiac life support (ACLS) sehingga mampu memberikan pertolongan tingkat pertama (penyelamatan) sebelum pekerja yang mengalami kecelakaan dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih tinggi.
 

Tag : logistik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top