LAPORAN DARI AMERIKA SERIKAT: Dialog Sanjay K. Deshmukh, Transformasi Digital Hanya Soal Waktu

Kemajuan teknologi dan informasi saat ini menuntut semua perusahaan melakukan perubahan aktivitas bisnis dari yang sebelumnya tradisional menjadi digital. Di sela-sela ajang tahunan akbar VMware 2018 di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, 26-30 Agustus 2018, Bisnis berkesempatan mewawancarai Vice President & Managing Directur Southeast Asia and Korea Sanjay K. Deshmukh. Berikut petikan wawancaranya:
Achmad Aris | 31 Agustus 2018 05:50 WIB
Sanjay K. Deshmukh - Istimewa

Bisnis.com, LAS VEGAS – Kemajuan teknologi dan informasi saat ini menuntut semua perusahaan melakukan perubahan aktivitas bisnis dari yang sebelumnya tradisional menjadi digital. Di sela-sela ajang tahunan akbar VMware 2018 di Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, 26-30 Agustus 2018, Bisnis berkesempatan mewawancarai Vice President & Managing Directur Southeast Asia and Korea Sanjay K. Deshmukh. Berikut  petikan wawancaranya:

Bagaimana Anda melihat tren transformasi digital saat ini?

Kalau kita lihat horizon 5 tahun terakhir, banyak perusahaan ingin mengadopsi teknologi digital tapi pertanyaannya beberapa dari mereka apakah akan mulai sekarangatau sebagaian lagi akan bersiap mulai besok? Beberapa sektor dan beberapa perusahaan lebih mungkin mengadopsi baik private cloud solution atau public cloud, multi cloud, atau digital workspace solution.

Bagi yang belum mengadopsi, sebenarnya bukan soal tidak mau transformasi, karena semua orang pasti mau bertransformasi, karena itu hanyalah soal waktu.Perusahaan yang menjalankan bisnis B to C seperti jasa keuangan, telekomunikasi, ritel, dan logistik akan bertransformasi lebih cepat, sedangkan perusahaan B to B seperti perusahaan pertambangan atau infrastruktur, saya tidak akanmengatakan mereka tidak mau bertransformasi tapi meereka membutuhkan prioritas di mana bagi mereka tidaklah terlalu penting. 

Apa dampak bagi perusahaan yang belum bertransformasi di era digital saat ini?

Pada kasus bank, mereka tidak punya pilihan, jika mereka tidak bertransformasi, mereka akan kehilangan market share. Jadi pelaku industri seperti bank, telekomunikasi, dan ritel punya tekanan kompetisi yang tinggi sehingga harus bertransformasi dan mereka tidak punya pilihan.

Dalam proses transformasi ini, di mana peran VMware?

Untuk pelanggan kami di Indonesia,kami membantu mereka untuk pindah dari multi aplikasi ke cloud. Dari kasus penggunaan yang lazim, pelanggan mulai dengan DR [disaster recovery] yang berarti jika saya bank dan saya punya 5 aplikasi yang membutuhkan 100 server, ini hanya contoh, sekarang jika saya melakukan DR saya harus investasi pada 100 server untuk mendukung 5 aplikasi tersebut di dalam DR. Itu merupakan investasi capex yang besar. Jika saya pindah DR ke cloud, apakah menggunakan AWS [Amazon Web Services] atau yang lainnya lewat VCPP [VMware Cloud Provider Partner] yang kita punya, saya tidak butuh penyediaan 100 server karena saya hanya menggunakannya ketika ada masalah di dalam data center saya.Jadi saya cukup menyediakan 20 server dan menggunakan feature elastisitas dari cloud di mana nanti kalau ada sesuatu yang salah dengan data center, saya cukup menyalakannya dan elastisitasnya mengambil dari 20 server dan saya mulai menggunakan DR saya sebagai produksi di dalam cloud.

Jadi itulah mengapa kita bisa menghemat uang pada investasi capex dalam DR dengan berpindah ke cloud.

Kasus penggunaan kedua adalah memindahkan aplikasi ke cloud seperti yang telah saya katakan bahwa pelanggan saat ini sangat perhatian karena mereka harus melakukan perubahan pada aplikasi mereka dengan apa yang mereka inginkan.

Peran lain dalam area cloud adalah posisi cloud di mana sebagian pelanggan mengimplementasikan strategi multi cloud di mana mereka punya aplikasi yang beroperasi pada AWS, Google, Azure, mereka ingin mendapatkan kelayakan dari sisi biaya dan manajemen dari aplikasi yang beroperasi di multiple cloud. Dan itulah yang coba kami lakukan. Jadi bisa dengan AWS dan VCPP yang sebenarnya membantu kami menyampaikan visi multi cloud kepada pelanggan kami.

Hal lain yang kita lakukan dengan custumer adalah pada devices.Inilah area dari digital workspace.Dalam VMworld 2018, salah satu hal penting yang diumumkan adalah peluncuran Workspace One Intelligence Hub dan kemampuan VMware untuk menawarkan integrasi platform untuk mengelola perangkat yang berbeda-beda.

Apa keunggulan dari Workspace One Intelligence Hub?

Ambil contoh bank, ritel, atau perusahaan manufaktur di Indonesia. Mereka punya perangkat Android, Apple, mesin Windows 10, Macbook dengan beberapa populasi milenial, Secara tradisional, perlu perbedaan teknologi untuk mengelola perangkat yang berbeda-beda tersebut.Workspace one adalah platform yang mengizinkan mereka integrasi dalam satu platform untuk mengelola seluruh perangkat yang ada.Kami menyebutnya Unified Endpoint Management (UEM) solution.Jadi Workspace on Intelligence Hub merupakan big value kepada pengguna karena menyederhanakan akses ke aplikasi dan kapabilitas UEM.

Ini merupakan kesimpulan bagaimana kita membantu pelanggan dengan semua inovasi untuk membangun private cloud dengan pengumuman [inovasi dalam] AWS dan [bergabungnya] CloudHealth.Pada intinya, kami membantu pelanggan kami berpindah ke integrasi public cloud dan bagaimana kita membantu karyawan pelanggan kami untuk menjadi lebih produktif dan lebih turut serta ke dalam bisnis dengan menggunakan Workspace One IntelligenceHub dan kapabilitas seperti itu.

Apa strategi Anda dalam menjalankan bisnis di Indonesia?

Model bisnis kita secara global adalah partner center business model.Kami membuka ekosistem dimana kami bekerja dengan semua orang.Jadi penguatan bisnis VMware di Indonesia adalah datang dari partner kami.Jadi kami punya komunitas partner yang luas, VCPP hanya salah satu jenis partner kami. Yang lain kami punya distributor yang membantu kami mendapatkan cakupan di pasar, dan kami punya solution partner serta system integration partner.

Jadi kami punya ekosistem yang kuat dari partner ini yang membantu kami mendapatkan jangkuan ke pelanggan.Jadi arah pasar kami adalah tergantung pada partner.Jadi kami memiliki tanggungjawab untuk memastikan bahwa partner kami siap dengan kompetensi untuk memberikan layanan kepada pelanggan dan bekerja dengan pelanggan serta meyakinkan bahwa mereka paham dengan nilai visi dari VMware dan membantu mereka membangun bagian dari solusi untuk mengadopsi hybrid cloud atau digital space solution dan mengikutsertakan partner untuk membantu mereka menyebarkan solusi kepada pelanggan.Ini lah strategi pasar kami di Indonesia.

Bagaimana posisi VMware dalam industri ini saat ini?

Secara global, kalau dilihat dari dua dimensi yakni inovasi yang dilakukan dan bagaimana pelanggan menggunakan produk, kami adalah terbesar.

Seberapa besarpotensi pasar di Indonesia?

Potensi pasar di Indonesia tumbuh sangat cepat karena teknologi sangat relevan dengan pelanggan.Jadi pertumbuhannya sangat mengagumkan dan sebagian besar pelanggan kami ingin menjalankan petualangan transformasi.

Apa keunggulan dari produk yang VMware tawarkan?

Bisnis VMware adalah membantu transformasi bisnis digital dari pelanggan.Dalam pandangan saya, kompetisi yang kami punya sebenarnya adalah business as usual yang berarti jika perusahaan memutuskan tidak untuk bertransformasi dan melanjutkan kerja dengan cara tradisional tidak membawa inovasi untuk mendorong transformasi mereka, itulah kompetitor bagi kami.

Kami bukan dalam bisnis komoditi tapi kami dalam bisnis transformasi pelanggan dan membantu transformasi bisnis mereka. Namun demikian, perbedaan fundamental antara VMware dengan perusahaan yang lain adalah kami membantu pelanggan kami dalam dua spesifik area.

Pertama, kami membantu pelanggan kami membangun infrastruktur yang konsisten dari data center ke cloud.Infrastruktur tersebut juga memberikan kemampuan untuk melakukan operasi dan manajemen yang konsiten dengan faktor keamanan yang melekat di dalamnya.

Banyak perusahaan mengklaim melakukan hal sama tapi nilai yang kami tawarkan adalah pendekatan kami sangat unik.Contoh pendekatan keamanan.Banyak cara berbeda yang ditawarkan oleh perusahaan teknologi lain untuk hal ini dan itu berbeda dengan kami.

Pendekatan keamanan kami adalah transformation and nature.Kami menjaga keamanan dengan aplikasinya di dalam mesin virtual jadi ketika aplikasi pindah dari data center ke cloud,keamanan juga berpindah dan aplikasi akan tetap aman di cloud ataupun perpindahan dilakukan ke edge atau bahkan kembali semula. Security dan network semuanyadiatur tertanam dengan mesin virtual dan dengan aplikasi.

Jadi alasan kenapa pelanggan akan memilih kami adalah karena pendekatan perusahaan lain tidak relevan dengan cara atau kondisi kerja saat ini dimana jika data center pindah dari data center ke cloud, pendekatan kami lah yang sangat relevan. Itulah mengapa kami yakin pelanggan akan memilih kami sehingga peluang pasar ke depan bagi kami sangatlah besar.

 

Tag : vmware indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top