SAKA Masih Optimistis di Blok Pangkah

PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk., berkomitmen untuk mengembangkan potensi minyak dan gas bumi yang ada di Blok Pangkah.
David Eka Issetiabudi | 02 September 2018 20:58 WIB
Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan (tengah), Kepala Perencanaan Eksplorasi SKK Migas Shinta Damayanti, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher (kedua dari kanan) meninjau sumur Eksplorasi TKBY-2 di Wilayah Kerja Pangkah, laut utara Jawa Timur, Jumat (31/8/2018). - David E. Issetiabudi

Bisnis.com, SURABAYA - PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk., berkomitmen untuk mengembangkan potensi minyak dan gas bumi yang ada di Blok Pangkah.

Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia Tumbur Palindungan mengatakan bahwa perusahaan optimistis kinerja di Blok Pangkah akan semakin bagus karena ada efisiensi biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan Saka selama ini.

Menurutnya, dengan komitmen dan menghindari gratifikasi, proses bisnis akan semakin mudah. Menjalankan praktik bisnis sehat juga akan berujung pada murahnya kerja sama dengan perusahaan lain.

"Selain itu, kami juga banyak belajar dari shale gas [gas serpih] Amerika Serikat, mereka begitu efisien, makanya kami bawa kemari," katanya sesuai mengunjungi Rig TKBY-2, akhir pekan lalu.

Untuk mengembangkan Blok Pangkah, PGN Saka sudah terlebih dahulu berinvestasi pengembangan lapangan Sidayu dan West Pangkah sebesar senilai Rp2,4 triliun dengan harapan kedua lapangan tersebut dapat meningkatkan hasil produksi di Pangkah PSC hingga mencapai 12.500 BOPD minyak dan 90 MMSCFD gas.

Proyek ini akan memberikan kontribusi kepada Pemerintah Republik Indonesia sekitar Rp1,2 triliun.

Saat ini, PGN Saka mengelola sebelas aset di Indonesia dan satu blok shale gas di Amerika Serikat, dimana lima diantaranya dioperasikan sepenuhnya oleh PGN Saka dengan kepemilikan saham 100%.

Kelima blok ini adalah Pangkah PSC, South Sesulu PSC, Wokam II PSC, Blok Pekawai, dan Blok West Yamdena.

Dari lima wilayah kerja yang dikelola PGN Saka setidaknya diperoleh produksi migas sebesar 50.000 Barrels Oil Equivalent per Day (BOEPD). Khusus dari Blok Pangkah, saat ini menyumbangkan produksi sekitar 10.000 - 11.500 boepd.

Tumbur menjelaskan lapangan Sidayu memproduksi minyak, sementara West Pangkah memproduksi migas. Sementara itu, jika eksplorasi Tambakboyo berhasil maka akan menyumbangkan minyak.

"Gasnya kami alirkan ke PLN, sementara LPG ke Jawa Timur, nah nanti minyaknya seluruhnya kami salurkan ke Pertamina. Tentunya jika refinerinya cocok," tambahnya.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top