BLOK PANGKAH, Saka Energi Investasi Eksplorasi Sumur TKBY-2 US$15 Juta

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan eksplorasi Sumur TKBY-2 yang dilakukan oleh PT Saka Energi dianggarkan senilai US$15 juta.
David Eka Issetiabudi | 02 September 2018 21:17 WIB

Bisnis.com, SURABAYA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan eksplorasi Sumur TKBY-2 yang dilakukan oleh PT Saka Energi dianggarkan senilai US$15 juta.

Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Tbk) yang menjadi pengelola Blok Pangkah, sudah menyelesaikan pengeboran sumur kedua TKBY-2 di struktur Tambakboyo. Alhasil, dari investasi yang dicanangkan, Saka mampu menghemat anggaran investasi mencapai US$4 juta.

Kepala Divisi Operasi Produksi SKK Migas Desta A. Djumena mengatakan biaya investasi yang disiapkan sudah mencakup pemenuhan teknologi untuk pengeboran di TKBY-2. Dalam pengeboran kali ini, Saka melakukan logging while drilling (LWD) yang juga melibatkan teknologi pengurukan terkini untuk mengetahui tingkat properti reservoir.

Tidak sampai di situ, pendataan sudah tersambung dengan komputasi awan, sehingga pengawasan dapat dilakukan melalui realtime operation.

"Sumur eksplorasi di Tambakboyo ini cukup unik, anggaran yang kita siapkan tepatnya Rp14,9 juta," katanya, saat meninjau sumur TKBY-2, akhir pekan lalu.

Sumur eksplorasi yang telah dibor pada Juli lalu ini telah mencapai kedalaman akhir pada 9.500 kaki. Terbukti, bahwa di sumur ini ditemukan keberadaan kandungan minyak bumi. Hanya saja, sumur ini masih harus menempuh tahap uji kandung lapisan (UKL) tahap tiga.

Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas Shinta Damayanti mengatakan salah satu faktor penentu eksplorasi adalah keberadaan teknologi yang memengaruhi konsep-konsep geologinya.

Dia menceritakan dalam konsep seismik yang diterapkan pada 1970-an dan 2018 sangat jauh berbeda. Jika pada saat itu, kemampuan merekam berada dalam kedalaman 5.000 kaki, sekarang sudah mencapai 20.000 kaki.

Menurutnya, dengan perbedaan kedalaman pun memberikan cara pandang. Dalam hal pengeboran di struktur Tambakboyo ini, lanjut Shinta, sudah ditemukan akuisisi seismik baru, dan teknologi sangat berperan.

"Pada saat mengebor sumur eksplorasi, yang kita lihat hanya gambar dari seismig. Kalau ada apa-apa kitas sudah tahu dan mendapatkan data," katanya.

Walaupun sudah ditemukan sumber daya minyak bumi, potensi yang ada di TKBY-2 belum dapat disebut cadangan minyak. Maka dari itu, Saka Energi juga akan melakukan UKL tahap empat dan lima untuk menentukan besaran volume minyak yang dapat diproduksi perharinya.

Shinta mengatakan setelah melakukan diskusi teknis dengan pihak Saka, rencananya pengeboran sumur ketiga akan dilakukan pada 2019. Tahun ini, akan difokuskan untuk mengevaluasi data yang ditemukan.

Nantinya, pengeboran ketiga ini merupakan sumur appraisal, yakni yang pengeboran setelah ditemukan sumber daya minyak.

"Secara konsep yang kami punya itu sudah ada perkiraan volume matriknya. Nah itu yang ingin kami buktikan di sumur ini. Karena kita membutuhkan pembuktian volume metrik yang cukup agar biaya ekonomis," tegasnya.

Tag : migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top