Hub Logistik : Indonesia Perlu Belajar dari Thailand

Pemerintah Indonesia perlu belajar dari Thailand apabila ingin mengejar target untuk menjadikan hub logistik di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
Ilham Budhiman | 02 September 2018 15:58 WIB
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu belajar dari Thailand apabila ingin mengejar target untuk menjadikan hub logistik di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.

Thailand yang saat ini menduduki posisi kedua dalam peringkat Logistics Performa Indeks (LPI) 2018 se-Asean sudah menjadi hub logistik di kawasan itu seperti hub logistik produk halal dan sparepart.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi yang menjadi delegasi Indonesia pada acara TILOG Logistix 2018 di Bangkok, Thailand, pada 29-31 Agustus lalu menyatakan posisi Negeri Gajah Putih itu naik satu peringkat dari posisi ketiga pada LPI 2016.

Salah satu faktor yang membuat Thailand memperbaiki posisinya dan menggeser Malaysia, kata Yukki, adalah banyaknya investasi yang masuk dan pembangunan infrastruktur yang telah diselesaikan.

Selain itu, komitmen pemerintah Thailand dalam hal melaksanakan cetak biru yang telah lama mereka sepakati begitu konsisten, kendati telah berganti pemerintahan dalam 10 tahun terakhir.

Yukki mengatakan untuk menjadikan Indonesia sebagai hub Asia Tenggara pada 2019 sesuai cita-cita pemerintah Indonesia dinilai masih jauh. Namun, bisa saja terlaksana apabila pemerintah Indonesia dapat terus bekerja keras.

"Tahun 2019 menjadi hub logistik menurut saya masih jauh. Dan perlu kerja keras dan kita bisa menjadi hub logistik dalam beberapa komoditi dalam 3 tahun ke depan saja sudah bagus," katanya kepada Bisnis, Minggu (2/9/2018).

Menurut Yukki, kebijakan-kebijakan pemerintah seperti dorongan Pusat Logistik Berikat (PLB) guna mewujudkan hub logistik Asia Tenggara juga dinilai belum cukup.

"Artinya kalau kita ingin punya potensi menjadi hub di beberapa komoditi harus lebih kerja keras lagi karena semuanya harus menjadikan kita lebih berdaya saing terutama mendukung ekspor. Bukan saja hanya industri besar, tapi UMKM karena mempunyai potensi besar,"ungkapnya.

Di sisi lain, dia menilai kinerja sektor logistik Indonesia di masa kepemimpinan Joko Widodo saat ini terlihat membaik seiring naiknya posisi Indonesia pada LPI 2018 yang dirilis Bank Dunia ke peringkat 46 dari urutan sebelumnya yaitu 63.

"Tapi seperti yang pernah saya sampaikan bahwa negara lain pun membangun sistem logistiknya
[dengan baik]. Bahkan peringkat kita di Asean turun dari posisi ke-4 menjadi no 5," ujar Yukki Hanafi.

Berdasarkan catatan Bisnis, Thailand menargetkan pada 2032 sudah menjadi hub di Asia Tenggara. Negara itu juga menargetkan penurunan biaya logistik yang saat ini masih 14% dari produk domestik bruto menjadi 12%.

Thailand juga menargetkan pertumbuhan ekspor meningkat 5% per tahun, dengan minimal 30 produk yang diekspor adalah lima produk terbaik di dunia.

Adapun acara TILOG Logistix 2018 sendiri merupakan inisiasi dari pemerintah Thailand melalui Departemen Perdagangan Internasional untuk mempromosikan logistik di Thailand dengan mengundang perwakilan-perwakilan asosiasi logistik di seluruh Asia Tenggara.

Tag : logistik
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top