Prospek Budi Daya Bunga Krisan Kian Wangi

Budi daya bunga krisan atau seruni diyakini memiliki prospek cerah seiring dengan kian meningkatnya produksi tanaman hias itu di dalam negeri.
Pandu Gumilar | 02 September 2018 19:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Budi daya bunga krisan atau seruni diyakini memiliki prospek cerah seiring dengan kian meningkatnya produksi tanaman hias itu di dalam negeri.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan krisan atau seruni identik sebagai tanaman hias yang dihasilkan oleh negara empat musim, misalnya Cina, Jepang, Korea dan Belanda.

"Indonesia sendiri hanya memiliki varietas lokal yang terbatas tumbuh di daerah sejuk, misalnya di Tomohon (Sulawesi Utara) dan Brastagi (Sumatera Utara)," katanya melalui keterangan resmi, Minggu (2/9).

Suwandi menegaskan, sejak varietas unggul krisan dapat dibudidayakan dan dikembangkan di dalam negeri maka krisan semakin berkembang pesat di Indonesia. Menurutnya, saat ini 22 provinsi telah mengembangkan berbagai jenis krisan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

"Tidak hanya itu, penjualan krisan, utamanya dalam bentuk bibit, makin berkembang. Bunga krisan yang dihasilkan oleh sentra-sentra produksi tahun 2017 tercatat sebanyak 481 juta tangkai, naik 11% dari 2016. Krisan telah diekspor berbagai negara termasuk ke Jepang," ujarnya.

Suwandi menambahkan, perdagangan krisan memang strategis jika dilakukan ke negara-negara Asia Timur yang memiliki tradisi kuat dan lekat dengan flora ini.

Sementara itu, Peneliti dan Pemulia Tanaman Hias Balai Penelitian Taman Hias (BALITHI) Kementerian Pertanian Budi Marwoto mengatakan para pemulia lokal sudah menghasilkan lebih dari 100 varietas krisan.

Persilangan dilakukan, lanjutnya, untuk menghasilkan tipe yang unik dan tahan hama dan penyakit. Misalnya saja varietas unggul Krisan Velma, Sintanur, Suciono, Yulimar, Merahayani dan Pasopati telah dilepas dan dikembangkan luas di seluruh sentra produksi di dalam negeri.

"Padahal dulu masih impor 40 jenis krisan dan sekarang dengan teknologi kita memiliki lebih dari 100 jenis krisan. Proses pemuliaan ini kira-kira membutuhkan waktu 4 tahun,” katanya.

Berbagai jenis krisan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir, bisa membalik pola tata niaga bunga dari sebelumnya Indonesia tergantung impor, menjadi ekspor. Menurutnya, tercatat Indonesia bisa meraup produk domestik bruto hampir Rp1 triliun dari hasil pengembangan krisan.

“Neraca perdagangan krisan kita sekarang sudah surplus, ini salah satu sumber devisa dan mensejahterakan petani. Ini peluang investasi dan bisnis yang tetap eksis dan semakin berkembang ke depan,” pungkasnya.

Tag : tanaman hias
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top