PMI Manufaktur Melejit pada Agustus 2018, Ini Komentar Menteri Perindustrian

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyatakan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) yang menyentuh level tertinggi pada Agustus 2018 menjadi momentum yang baik bagi manufaktur nasional.
Annisa Sulistyo Rini | 03 September 2018 20:21 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan gitar listrik di pabrik alat musik Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyatakan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) yang menyentuh level tertinggi pada Agustus 2018 menjadi momentum yang baik bagi manufaktur nasional.

Pada Agustus 2018, PMI menyentuh angka 51,9, naik dibanding capaian Juli sebesar 50,5. PMI tersebut dirilis oleh Nikkei dan Markit setelah menyurvei sejumlah manajer pembelian di beberapa perusahaan pengolahan Indonesia.

"Hal ini menjadi momentum yang baik, karena kita lihat bahwa industri manufaktur kita terus bergeliat," ujarnya, Senin (3/9/2018).

PMI di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi operasional di seluruh sektor manufaktur Indonesia menguat pada kisaran gabungan terkuat sejak Juli 2014.

Data PMI Agustus tersebut memberi sinyal bahwa operasional manufaktur di Indonesia bergerak dalam fase lebih cepat dibanding kondisi bulan-bulan sebelumnya selama lebih dari dua tahun terakhir.

Ekonom IHS Markit, Aashna Dodhia menjelaskan, pertumbuhan yang cukup signifikan pada PMI Indonesia bulan Agustus 2018 adalah didorong oleh permintaan dalam negeri yang berada dalam laju paling tinggi sejak Juli 2014. 

“Jadi, mengindikasikan bahwa kesehatan sektor ini telah meningkat dalam kondisi yang paling baik dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini didorong permintaan yang terkuat sejak Juli 2014 dan terlihat juga peningkatan serapan tenaga kerja,” paparnya.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top