Ini 5 Industri Padat Karya yang Jadi Prioritas Raih Potongan Pajak

Kementerian Perindustrian mendorong 5 industri prioritas agar mendapatkan potongan pajak untuk industri padat karya berbasis ekspor.
Annisa Sulistyo Rini | 04 September 2018 19:52 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi sepatu untuk ekspor. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian mendorong 5 industri prioritas agar mendapatkan potongan pajak untuk industri padat karya berbasis ekspor.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, mengatakan sektor-sektor tersebut merupakan prioritas dalam pengembangan industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, elektronik, tekstil dan footwear, kimia, dan otomotif.

"Untuk elektronik, sekarang kan impornya masih tinggi, kami akan genjot ekspornya. Tetapi, butuh waktu karena kalau bicara industri 4.0, bicara internet of things (IoT), perlu banyak langkah," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Airlangga pun menyatakan menyambut baik rencana Kementerian Keuangan untuk memberikan potongan pajak kepada industri padat karya dan berorientasi ekspor untuk mengurangi tekanan pada nilai tukar dan menstabilkan ekonomi. Kemenperin telah beberapa kali mengusulkan insentif perpajakan antara lain tax holiday dan pengurangan pajak seperti untuk perusahaan terbuka.

"Nah, kalau itu nanti diaplikasikan ke sektor industri tertentu, ya kami pasti mendukung," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan langkah paling dekat yang diambil pemerintah adalah menerbitkan PMK dalam rangka mengatur impor barang konsumsi karena kenaikan impor barang konsumsi terutama pada Juli dan Agustus, meningkat tinggi hingga 50% lebih.

Selain itu, pihaknya juga akan terus menjaga agar kebutuhan devisa di dalam negeri tetap bisa dipenuhi sehingga sektor usaha yang masih membutuhkan, terutama barang barang baku dan barang modal tertentu.

Pada sisi ekspor, lanjut dia, pemerintah juga akan terus mendorong peningkatan ekspor. Karena walaupun ekspor Indonesia tumbuh, tetapi pertumbuhan ekspor masih lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan impornya.

"Oleh karena itu selain kita kendalikan impor kita juga harus mendorong ekspor, untuk itu kita akan pakai instrumen fiskal seperti kita berikan insentif, kita berikan pelayanan kemudahan bea cukai, kita juga akan memberikan kemudahan termasuk pembiayaan melalui institusi seperti LPEI," terangnya.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top