PLN Kantongi Izin Fasilitas Pinjaman US$3 Miliar

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mengantongi izin untuk fasilitas pinjaman dari perbankan hingga US$3 miliar untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan.
M. Nurhadi Pratomo | 04 September 2018 18:14 WIB
Petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Bulungan Distribusi Jakarta Raya melakukan penyambungan penambahan daya pelanggan dari 1300 VA menjadi 2200 VA di Kebayoran Lama Jakarta, Selasa (20/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mengantongi izin untuk fasilitas pinjaman dari perbankan hingga US$3 miliar untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan perseroan setrum milik negara itu telah mendapatkan restu untuk menarik term loan atau project finance. Rencananya, fasilitas US$3 miliar yang disepakati akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka panjang.

Edwin mengatakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mulai menggunakan fasilitas tersebut mulai tahun ini. Nantinya, besaran pencairan akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan proyek.

"Sindikasinya macam-macam kombinasi ada bank asing dan ada juga tiga bank negara [BUMN] dan total US$3 miliar,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (4/9/2018).

Menurut catatan Bisnis.com, PLN juga kembali membidik dana segar dari pasar modal melalui penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp2,5 triliun.

Surat utang yang ditawarkan oleh PLN mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Proses penawaran awal atau bookbuilding dilakukan pada 30 Agustus 2018 sampai dengan 13 September 2018.

Jumlah pokok yang dibidik oleh korporasi setrum milik negara itu sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun untuk obligasi. Sementara itu, dana yang diincar melalui sukuk ijarah senilai Rp1 triliun.

Adapun, PLN menawarkan surat utang dengan rentang tenor 5 tahun—20 tahun. Secara detail, seri bertenor 5 tahun memiliki indikasi kisaran kupon 7,80%—8,65%.

Tag : PLN
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top