Kandungan Lokal Proyek Infrastruktur & Transportasi Dipastikan Dominan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku pihaknya sedang mengevaluasi beberapa proyek untuk memastikan peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Amanda Kusumawardhani | 04 September 2018 14:07 WIB
Pengendara melintas di samping proyek Light Rapid Transit (LRT) yang ditutup terpal karena roboh di Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta, Senin (22/1). Proyek LRT yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome kontruksinya roboh di Jalan Kayu Putih Raya pada Senin (22/1) pukul 00.10 WIB dan mengakibatkan lima orang terluka akibat tertimpa reruntuhan proyek tersebut. ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku pihaknya sedang mengevaluasi beberapa proyek untuk memastikan peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Hal itu dikemukakannya seusai menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dia mengatakan saat ini beberapa proyek pemerintah memiliki TKDN cukup dominan ketimbang barang-barang yang harus diimpor.

"Kalau catatan saya saat ini TKDN-nya tidak banyak, di bawah 40% [yang luarnya]. TKDN sekarang sudah 60%, ini yang akan saya manage nanti. Tapi kan ini takes time 12 bulan atau 24 bulan yang akan datang. Jadi kita bisa mengelola itu dengan mendirikan pabrik rel untuk LRT dan MRT karena sekarang ini baja-bajanya masih impor semua," ujarnya, Selasa (4/9/2018).

Tak hanya itu, Budi menambahkan proses konstruksi cukup dominan menggunakan TKDN, misalnya proyek yang ada di Palembang. Sebaliknya, penggunaan TKDN untuk rolling stock dan rel diakuinya masih relatif.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan TKDN pada proyek infrastruktur yang ditanganinya masih dominan yakni 86,6% pada tahun lalu.

Tag : tkdn
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top