Astindo: Paspor Tunggal Asean Kerek Jumlah Wisatawan

Astindo menilai pembuatan paspor tunggal Asean mampu mengerek jumlah kunjungan wisata dalam Asean Single Aviation Market (SAM).
Rio Sandy Pradana | 05 September 2018 15:59 WIB
Danau Singkarak di Sumatra Barat, salah satu destinasi wisata yang belum dipromosikan maksimal ke pasat internasional. - Antara/Iggoy El Fitra

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) menilai pembuatan paspor tunggal Asean mampu mengerek jumlah kunjungan wisata dalam Asean Single Aviation Market (SAM).

Wakil Ketua Umum Astindo Rudiana menilai wacana Asean SAM sebagi bagian dari Asean Open Sky yang dicanangkan sejak 2015 belum terlaksana secara optimal. Bahkan, arah wacana tersebut saat ini semakin tidak jelas.

"Harus ada paspor tunggal Asean supaya bisa mengimplementasikan Asean SAM secara maksimal," kata Rudiana dalam focus group discussion (FGD) yang digelar Bisnis Indonesia di Jakarta pada Rabu (5/9/2018).

Dia menambahkan selama ini keberhasilan pemerintah dalam menjaring kunjungan wisman dinilai tidak sebanding dengan pendapatan anggota Astindo. Bahkan, banyak pelaku agen perjalanan yang harus tutup usaha.

Menurutnya, keberhasilan Asean SAM memerlukan sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha. Pemerintah perlu lebih mempromosikan destinasi lain di Indonesia.

"Jangan melulu Bali, kegiatan apa-apa selalu di Bali. Tidak usah dipromosikan semua kalau liburan pasti akan ke sana," ujarnya.

Tag : pariwisata, astindo
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top