Impor Diperketat, Manufaktur Nasional Siap Tambah Produksi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan beberapa sektor industri di Indonesia siap menambah produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Annisa Sulistyo Rini | 06 September 2018 21:38 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan gitar listrik di pabrik alat musik Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan beberapa sektor industri di Indonesia siap menambah produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Salah satunya adalah sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0, yaitu industri otomotif.

Airlangga menyebutkan, komitmen investasi Toyota Group di Indonesia selama 2-3 tahun terakhir mencapai Rp20 triliun. Perusahaan juga menargetkan total ekspor mobil CBU untuk tahun ini sebanyak 217.000 unit atau senilai lebih dari US$3 juta.

“Pertengahan bulan ini juga akan ada ekspor dari Suzuki, sehingga ekspor secara keseluruhan di tahun ini akan menembus hingga 250 ribu unit,” katanya.

Selain itu, kapasitas produksi industri otomotif nasional sebesar 2 juta unit per tahun, sedangkan kebutuhan dalam negeri sebesar 1,2 juta unit per tahun dan ekspor 250.000 unit per tahun. Dengan demikian, masih terdapat kapasitas yang belum terpakai dengan maksimal.

Beberapa sektor andalan lainnya yang dapat memacu nilai ekspor, antara lain industri makanan dan minuman, industri bahan kimia dan barang kimia, industri pengolahan logam, industri tekstil dan produk tekstil, serta industri pengolahan karet.

"Peningkatan ekspor ini dapat memperbaiki struktural ekonomi Indonesia, yakni defisit transaksi berjalan," tutur Airlangga.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top