Akhir 2018, 26 Proyek Strategis Nasional Ditargetkan Rampung

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan sebanyak 26 proyek strategis nasional (PSN) rampung sampai akhir 2018.
Newswire | 06 September 2018 10:10 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai melakukan pertemuan terkait rencana penurunan tarif tol di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (26/3/2018). Bisnis - Ipak Ayu H.N

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan sebanyak 26 proyek strategis nasional (PSN) rampung sampai akhir 2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam rilis di Jakarta, Kamis (6/9/2018, mengatakan tambahan 26 PSN yang ditargetkan rampung itu terdiri atas delapan bendungan, tiga jaringan irigasi, 12 jalan tol, dan tiga perumahan.

Pada 2019, lanjutnya, ada 53 PSN yang akan selesai yakni 12 bendungan, tiga irigasi, 29 jalan tol, empat jalan nasional dan satu sistem penyediaan air minum dan sanitasi.

Basuki menjelaskan terdapat lima kategori infrastruktur masuk PSN yakni energi, transportasi, sumber daya air, telekomunikasi, dan permukiman.

"Dari lima kategori infrastruktur itu, tiga di antaranya berada dalam lingkup tanggung jawab Kementerian PUPR yakni transportasi berupa jalan dan jembatan, sumber daya air seperti bendungan, irigasi, air baku dan ketiga, permukiman seperti air minum, sanitasi, dan persampahan," paparnya.

Menurut dia, ketersediaan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil-hasil pembangunan di berbagai wilayah.

Dalam Perpres No 56 Tahun 2018 yang merupakan perubahan kedua Perpres No 3 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, terdapat 137 proyek infrastruktur bidang PUPR dari 227 PSN, yang terdiri atas 51 proyek bendungan, 6 proyek irigasi, 1 proyek tanggul laut, 64 proyek jalan tol, 4 proyek jalan nasional, 7 proyek air minum dan sanitasi, dan 3 proyek perumahan.

Jumlah PSN bidang PUPR tersebut lebih sedikit dibandingkan proyek yang ada dalam Perpres 58 Tahun 2017 yakni berjumlah 151 proyek, mengingat sebagian proyek sudah selesai dilaksanakan dan terjadi perubahan prioritas proyek.

Misalnya, jumlah bendungan berkurang dari 54 menjadi 51 bendungan karena kendala pengadaan lahan.

Proyek-proyek dalam daftar PSN bidang PUPR yang sudah selesai di antaranya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Nanga Badau, dan Wini, Daerah Irigasi Umpu Sistem, dan sejumlah ruas tol seperti Soreang-Pasir Koja (11 km), Mojokerto-Surabaya (36,3 km), dan Akses Tanjung Priok (16,7 km).

"Kami fokus pada penyelesaian proyek infrastruktur. Tidak ada kegiatan pembangunan baru pada tahun 2019 yang menggunakan anggaran 'multiyears' kecuali pembangunan bendungan dan irigasi. Kita harapkan tidak ada proyek yang mangkrak di tengah jalan, termasuk PSN. Seluruhnya terus dilanjutkan sesuai perencanaan dan bisa selesai," tegas Menteri Basuki.

Dari 137 PSN infrastruktur PUPR, 2 proyek bendungan sudah selesai dan diresmikan pada 2018, yakni Bendungan Raknamo di NTT dan Tanju di NTB. Dua ruas tol juga sudah rampung dan diresmikan 2018, yakni Tol Kertosono-Mojokerto (40,5 km) dan Tol Pejagan-Pemalang (43 km).

Sumber : Antara

Tag : jalan tol
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top