Biaya Pengantaran Tinggi, Harga Barang di Air Liki Jadi Dua Kali Lipat

Warga Air Liki Lama, Pihol, mengatakan bahwa harga barang sampai di desanya menjadi dua kali lipat karena biaya pengantaran yang tinggi.
Jaffry Prabu Prakoso | 06 September 2018 11:21 WIB
Ojek, angkutan menuju Desa Air Liki setelah dua jam menyusuri sungai menggunakan sampan. - Bisnis/Jaffry Prabu

Bisnis.com, MERANGIN – Sulitnya akses jalan menuju Desa Air Liki, Merangin, Jambi membuat pengiriman logistik dari kota tidak ada.

Warga Air Liki Lama, Pihol, mengatakan bahwa harga barang sampai di desanya menjadi dua kali lipat karena biaya pengantaran yang tinggi.

“Di sini bensin Rp15.000 dan tabung gas kecil Rp35.000,” katanya saat berbincang dengan Bisnis.com di lokasi, Senin (3/9/2018).

Air Liki merupakan desa terisolasi di Provinsi Jambi. Dari ibu kota, perjalanan menuju desa Air Liki memakan waktu sekitar 11 jam.

Kepala Desa Air Liki Lama Pulpi Marlinton/Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso 

Untuk mencapai desa, kendaraan yang digunakan adalah mobil dengan kapasitas mesin besar karena kondisi jalan tanah yang berbatu serta berliku.

Setelah sampai di dermaga Desa Ngaol, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri Sungai Batang Tabir selama dua jam menggunakan sampan yang telah dimodifikasi menggunakan mesin.

Turun dari dermaga, kendaraan terakhir menuju lokasi adalah ojek. Dengan waktu tempuh setengah jam, pengemudi ojek harus sangat hati-hati melintasi jalan dengan kondisi di sebelah kanan jurang dan kiri tebing rawan longsor.

Kepala Desa Air Liki Lama Pulpi Marlinton menjelaskan bahwa warganya sangat jarang pergi ke luar desa. Biaya yang terlalu tinggi menjadi alasan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan hasil bertani. “Kami nasi tanam sendiri. Semuanya berasal dari sawah,” ungkapnya.

Tag : transportasi, logistik
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top