Kementan Rangkul Kadin untuk Amankan Pasok Pangan Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan penandatangan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dengan Kadin seluruh Indonesia untuk melakukan sinergitas stabilisasi ketersedian pasokan pangan, percepatan investasi, dan peningkatan ekspor komoditas.
Ni Putu Eka Wiratmini | 06 September 2018 15:21 WIB
Menteri Pertaninan Andi Amran Sulaiman (kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani bertukar naskah Memorandum of Understanding (MoU) di Kuta, Kabupaten Badung, Bali Kamis 6 September 2018. - Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, BADUNG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan penandatangan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dengan Kadin seluruh Indonesia untuk melakukan sinergitas stabilisasi ketersedian pasokan pangan, percepatan investasi, dan peningkatan ekspor komoditas.

Amran mengatakan penyumbang inflasi tertinggi saat ini adalah komoditi pangan yang berasal dari sektor pertanian. Sehingga, komoditi pertanian harus dijaga dari segi pasokan dan harga untuk menjaga inflasi dalam negeri.

Menurutnya, selama ini inflasi terendah justru ada pada pemerintahan Jokowi yakni sebesar 3,6%. Sementara, jika perjanjian antara Mentan dengan Kadin pada sektor pertanian dilakukan, maka akan mampu menekan inflasi pada kisaran 3%-3,2% hingga akhir tahun ini.

Mentan berharap Kadin Daerah mulai memaksimalkan produksi dan menjaga harga pangan. Dia pun mengharapkan anggota Kadin untuk tidak memaksimalkan untung tetapi mampu menjual komoditi dengan harga yang mampu diterima masyarakat.

Selain itu, perjanjian ini, akan memastikan adanya pemutusan mata rantai panjang dalam distribusi komoditi pertanian yang selama ini mempengaruhi harga.

 “Kita mengharapkan dari pada mencari untung 500% - 700%, alangkah indahnya untung 100% saja bagi pengusaha sudah bagus,” katanya usai acara penandatangan kerja sama Kemetan dan Kadin Indonesia di Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (6/9/2018).

Kata dia, lewat perjanjian ini, anggota Kadin juga akan dipermudah dalam melakukan investasi dan ekspor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Apalagi, pada 2017 lalu, telah terjadi peningkatan nilai eskpor produk pertanian hingga 24% dbandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, potensi kegiatan ekspor dan investasi sebagian besar dimiliki anggota Kadin. Masing-masing Kadin di daerah pun diminta untuk memaksimalkan produksi pertanian mereka.

Dia pun berjanji akan mempertemukan langsung pengusaha Kadin yang ingin melakukan investasi dan ekspor dengan Presiden Jokowi agar rencana mereka dipermudah.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi terjadi di seluruh Indonesia, jangan hanya berpusat di Jakarta, dengan kondisi seperti sekarang ini ada pelemahan rupiah, salah satunya caranya adalah mendorong ekspor dan mempercepat investasi,” katanya.

Kemudahan Investasi

Sementara, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengaharapkan perjanjian ini akan segera berjalan sebab akan memberikan dampak luas ke masyarakat.

Jika nantinya, investasi anggota Kadin dipermudah, maka secara tidak langsung akan mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan, serta mendorong ekspor hingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang smeakin meningkat.

Menurutnya, investasi di sektor pertanian juga sangat penting. Sebab, pertanian adalah sektor terbesar menyerap tenaga kerja Indonesia. Kata dia, dari 130 juta tenaga kerja, 30%-31% ada di sektor pertanian.

“Tidak ada sektor yang tinggi penyerapan tenaga kerjanya selain pertanian, ini ujung tombak kita, menciptakan lapangan pekerjaan, SDM handal,” katanya. 

Tag : pangan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top