Bangli Diusung Jadi Sentra Produksi Baru Bawang Merah

Kabupaten Bangli, Bali, mulai tumbuh menjadi sentra produksi bawang merah baru untuk menyangga kebutuhan Indonesia Timur.
Pandu Gumilar | 06 September 2018 20:03 WIB
Bawang merah - JIBI/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA — Kabupaten Bangli, Bali, mulai tumbuh menjadi sentra produksi bawang merah baru untuk menyangga kebutuhan Indonesia Timur.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan hal tersebut berkat program khusus peningkatan produksi bawang merah yang dilaksanakan oleh regulator dan para stakeholders.

"Di Bangli ada 1.200 hektar kawasan bawang merah tersebar di wilayah Danau Batur. Kabupaten Bangli dan Tabanan sudah cukup untuk memasok pasar Bali dan di luarnya," katanya pada Kamis (6/9).

Menurutny, kawasan Bangli ini sudah berkembang dari aspek hulu hingga hilir. Petani bawang merah mulai memperhatikan pengolahan pasca panen hingga penyimpanan sudah mulai dikembangkan. Bahkan, lanjutnya, sudah mulai tumbuh industri skala rumah tangga yanh mengolah bawang merah menjadi krupuk, kripik, dan bawang goreng.

Menurut Suwandi, kunci sukses peningkatan produksi bawang merah berada pada penataan dan pengembangan sentra proporsional antar Pulau. "Hamparan bawang merah skala luas tidak hanya di Brebes, Cirebon atau Nganjuk, tapi sudah menyebar di Solok, Bangli, Tabanan, Bima, Sumbawa, Belu, Malaka, Maluku Tenggara, Enrekang, Tapin dan daerah lainnya," katanya.

Selain itu, Suwandi menjelaskan pada 2018 pemerintah optimistis bisa mengekspor bawang merah sampai dengan 15.000 ton atau naik 100% dari 2017.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Wayan Sukartana menambahkan petani bawang merah di daerahnya menggunakan varietas lokal seperti kintamani, bali karet, biru lancor, super philip dan bima brebes. "Dalam setahun bisa tanam 2-3 kali, tergantung ketersediaan air yang mengandalkan sumber air Danau Batur," katanya.

Sementara, Komang Sukarsana pelaku usaha bawang merah Bangli mengatakan petani yang menanam jenis bima brebes sekalogus mengolah hasil panen menjadi 14 macam olahan antara lain bawang goreng hingga krupuk dan kripik.

Menurutnya, usaha tingkat rumah tangga tersebut masih perlu dibantu dalam teknologi inovasi, pasca panen dan penyimpanan. Dia juga menyampaikan bahwa petani masih memerlukan tenaga pompanisasi  air dari Danau Batur di saat musim kering.

“Harga bawang merah saat ini di petani masih normal di atas Rp 15.000 per kg dengan biaya pokok produksi Rp 11.000 per kg. Sementara, harga cabai rawit dan cabai merah Rp 14.000-15.000 per kg, kubis Rp 3.000 per kg dan tomat Rp 5.000 per kg,” pungkasnya.

Tag : bawang merah
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top