Pengembang Properti Diiming-Imingi Investasi Bandara dan Pelabuhan di KTI

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak para pengusaha properti menanamkan investasinya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengingat memiliki peluang yang prospektif .
Ilham Budhiman | 07 September 2018 08:22 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak para pengusaha properti menanamkan investasinya di kawasan Timur Indonesia (KTI) mengingat memiliki peluang yang prospektif .

Hal ini diungkap Budi pada pertemuan dengan The Jakarta Property Club di Menara DEA, Jakarta pada Kamis (6/9/2018) malam.

Budi mengatakan para pengembang bisa membuka peluang untuk berinvestasi membangun pelabuhan maupun bandara di sana melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Saya ajak teman-teman di properti untuk investasi, misalnya, di Papua atau Malaku, saya undang melalui KPBU di bandara dan pelabuhan," katanya.

Selain itu, dia juga mendorong para pengusaha itu membangun real estate di kawasan timur Indonesia sesuai kapasitasnya. Khusus di Papua, kata Budi, masih memiliki lahan yang sangat luas.

"Saya termasuk yang mengimbau kalau bapak ibu masih punya peluang, katakanlah, portofolio investasi 5% saja bisa dimasukkan ke sana sebab demikian prospektif," kata Menhub Budi.

Budi mengajak pengusaha yang tergabung dalam The Jakarta Property Club untuk berinventasi lantaran pihaknya mengakui tidak bisa bekerja sendiri. Dana penyediaan untuk pembangunan infrastruktur khususnya di KTI terbilang terbatas sehingga terjadi gap financing.

"Saya selalu cerita ada gap financing untuk infrastruktur di Indonesia senilai Rp800 triliun dalam 5 tahun. Kita secara konsepsional sudah menyiapkan skema-skema seperti KPBU dan PPP. Oleh karena itu, saya memberikann campaign kepada teman-teman pengusaha properti sebab saya dulu dunianya properti juga. Pemikiran-pemikiran korporasi yang bisa menyelesaikan-menyelesaikan financing gap dari pemerintah," paparnya.

Pihaknya berjanji akan memudahkan dan mengawal apabila ada pengusaha yang berminat untuk berinvestasi di sana. Hal ini juga untuk menekan disparitas harga di KTI terutama Papua kendati pemerintah sudah menggulirkan program tol udara dan tol laut.

"Jadi sebenarnya kalau ada satu atau dua pengusaha yang saya dengar sedang mengusahakan investasi di Papua, baik real estate dan sebagainya, merupakan satu usaha yang mulia," ungkapnya.

Budi juga mengharapkan pengusaha-pengusaha lain bisa ikut jejak langkah pengusaha lain yang sudah menanamkan investasinya di sana sebab bisa memberikan peluang untuk kemakmuran di Indonesia timur.

"Saya harap pengusaha-pengusaha Real Estate Indonesia juga bisa melakukan itu karena lahannya luas-luas sekali," jelasnya.

Tag : budi karya sumadi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top