PPA Gandeng Polowijo Gosari Bangun Pabrik Pupuk Senilai Rp1 Triliun

PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) melalui anak usahanya PT PPA Kapital menggandeng PT Polowijo Gosari mendirikan PT Magnesium Gosari Internasional.
Anggara Pernando | 09 September 2018 21:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) melalui anak usahanya PT PPA Kapital menggandeng PT Polowijo Gosari mendirikan PT Magnesium Gosari Internasional.

PT Magnesium Gosari Internasional merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pupuk magnesium atau pupuk kieserite. Pupuk jenis ini mengandung 40% magnesium yang berfungsi untuk pembentukan inti klorofil.


Henry Sihotang, Direktur Utama PPA, menuturkan kerja sama investasi ini merupakan perwujudan peran PPA sebagai perusahaan investasi. Pabrik pupuk ini direncanakan memiliki kapasitas satu juta ton dengan investasi mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Produksi pupuk kieserite ini menyasar pasar BUMN perkebunan serta perkebunan besar milik swasta.

"Pupuk Magnesium yang dihasilkan akan didistribusikan kepada Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan Perkebunan Besar Swasta Nasional serta perkebunan-perkebunan lain di seluruh Indonesia," kata Henry melalui keterangan tertulis, Jumat (7/9/2018).

Dia mengatakan pupuk magnesium digunakan untuk berbagai macam keperluan diantaranya sebagai pupuk tanah pertanian, tanah perkebunan, dan juga di industri Aquaculture (perikanan/tambak) bahkan untuk industri logam (Magnesium Aloy).

"Potensi kebutuhan Magnesium di Indonesia sangatlah besar, mencapai jutaan ton seiring dengan terus tumbuhnya lahan perkebunan dan pertanian serta keperluan magnesium lainnya yang selama ini diperoleh dari luar negeri," katanya.

Sementara itu, alasan menggandeng PT Polowijo Gosari disebabkan perusahaan ini memegang hak pemilik sumber bahan baku sekaligus produsen Magnesium terbesar di Indonesia.

Polowijo memiliki cadangan magnesium lebih dari 500 juta ton. Perusahaan mengusahakan konsesi tambang seluas lebih dari 700 hektare.

"Rencana tindak lanjut tahap pengembangan selanjutnya adalah pembangunan pabrik pupuk kieserite yang akan menjadi substitusi impor dan diharapkan dapat mengisi kekosongan pasar pupuk kieserite secara global," kata Henry.

Diperkirakan pabrik pupuk kieserite di di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Saat ini, kebutuhan pupuk kieserite di Indonesia adalah sekitar 2,5 juta ton per tahun. Dari jumlah ini lebih dari 300.000 ton per tahun dipenuhi melalui impor.

Tag : pupuk
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top