Usaha Mikro Didorong Naik Kelas ke Skala Kecil

Sebanyak 98% dari UMKM yang tergolong usaha mikro dapat meningkat menjadi kecil trennya stagnan dari tahun ke tahun.
Choirul Anam | 15 September 2018 23:41 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Dirut Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo menyerahkan hadiah pada pemenang Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2018 di Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (15/9/2018). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG – Sebanyak 98% dari UMKM yang tergolong usaha mikro dapat meningkat menjadi kecil trennya stagnan dari tahun ke tahun.

Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo yang juga Ketua Pansus RUU Kewirausahaan mengatakan jumlah UMKM nasional sampai saat ini mencapai 59,6 juta. Dari jumlah itu, 98% tergolong usaha mikro.

“Ini yang perlu ditingkatkan karena kondisinya tidak banyak berubah dari tahun ke tahun,” katanya pada Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2018 di Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (15/9/2018).

Untuk menumbuhkan kewirusahaan nasional, menurut dia, kuncinya a.l. aspek permodalan. Jika mengandalkan pendanaan dari lembaga jasa keuangan, maka terlalu lama bagi perusahaan rintisan mengakses ke sumber pendanaan resmi.

Padahal, masa rawan bagi perusahaan rintisan selama dua tahun. Intinya, jika bertahan sampai 2 tahun, maka akan terus berjalan, begitu sebaliknya.

Karena itulah, perlu didorong angel capital dan filantropi untuk dapat membiayai perusahaan rintisan.

Yang juga perlu didorong, tumbuhnya socio entrepreneur. Diharapkan setiap tahun, muncul 5 unicorn karena potensinya memang besar.

Rektor UB Prof Nuhfil Hanani berharap Indonesia dapat memilki setidaknya 2% dari jumlah penduduk menjadi wirusahawan karena ciri negara maju diukur dari jumlah wirausahawannya.

“UB mendorong mahasiswanya menjadi wirausahawan sesuai dengan misinya sebagai World Class Entrepreneur,” katanya.

Caranya, adanya sinergi antara pergutuan tinggi (PT), pemerintah, dan masyarakat atau pengusaha.

Andreas bahkan berharap jumlah wirausahawan tidak hanya mencapai 2%, melainkan 5% bahkan sampai 7% dengan adanya sinergi tersebut.

Dia juga menyebut perlunya didorong tumbuhnya budaya  kewirusahaan bagi masyarakat yang dibangun lewat perubahan mental.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan BUMN memang sudah banyak membuat program-program untuk mendorong peningkatan  usaha super mikro, mikro, usaha kecil, makin membantu penciptaan UMKM. Usaha-usaha mikro kecil bisa naik kelas.

Program tersebut, seperti Rumah Kreatif BUMN, ada pembiayaan mikro Rp2 juta-Rp5 juta untuk 3,5 juta ibu-ibu seluruh Indonesia.

“Ada informasi dari Pak Andreas, bahwa setiap kementerian ada dana anggaran untuk pengembangan UMKM, namun belum dikoordinasi dengan baik. Mereka butuh undang-undang,” ucapnya.

Namun di Kementerian BUMN, kata dia, karena BUMN berfungsi sebagai perusahaan, mendorong pengembangan UMUKM dengan kegiatan CSR,  sponsorship. Namun jika pemerintah bisa mendorong ini secara bersama, maka output-nya diyakini akan  lebih baik.

Dia mengakui tantangan bagi pengembangan kewirausahan, terutama aspek modal. Karena itulah, mereka perlu didekatkan dari sisi permodalannya.

“Bagaimana memberikan modal bagi anak-anak muda sehingga memulai usaha dan dijaga agar usahanya berkembang, inilah perlunya kerja sama antara BUMN, pemerintah, dan swasta,” ucapnya.

Sedangkan sisi yang perlu ditingkatkan dari wirausahawan muda, memperkuat aspek digitalisasinya. Perlu masuk dalam ekosistem digital sehingga bisa cepat berkembang karena informasinya relative mudah pemasaran, dan lainnya.

Dirut Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan WMM sudah memasuki kegiatan ke-11. Sudah hampir 2.500 lulusan dari WMM. Dari tahun ke tahun kreatifivitas dan inovasi generasi muda semakin hebat.

“Wirausaha muda semakin percaya diri. Dengan mengadopsi teknologi digital, kami yakin ke depan, dengan digital teknologi ini, apa pun produk yang dijual, mereka berhasil diterima masyarakat luas dan menjadi bisnis yang scalable,” ucapnya.

Pertumbuhan wirausaha muda, dia menilai menunjukkan tren positif. Ke depan, jumlah entrepreneur  di Indonesia akan bertumbuh pesat tidak hanya 2%, tapi bahkan 5% karena minat dan keberanian generasi muda untuk masuk dunia usaha langsung dari kuliah itu sangat besar sekali.

Menurut dia, ada dua skema pembinaan di Mandiri, yakni nondigital dan digital. Pembinaan nondigital, sebagai seperti pembinaan aspek keuangan, distribusi, packaging, dan lainnya.

Di bidang digital, ada incubator. Di sana dibina melalui Mandiri Capital, supaya mereka dapar masuk di dunia bisnis pada skala nasional. “Kami bisa investasi langsung lewat Mandiri Capital Indonesia untuk mereka yang mature,” ujarnya.

Visi Mandiri, dia menegaskan, memang menciptakan jutaan entrepreneur Indonesia karena bisnis bank sangat terkait dengan bisnis pengusaha. Bank hidup dengan pengusaha. Dengan usaha yang optimal, maka muncul jutaan pengusaha baru.

Saat ini, penciptaan pengusaha mudah lebih diarahkan ke digital karena merupakan keniscayaan. Namun tidak hanya berupa teknologi digital, tapi keungan digital.

Mandiri Capital berinvestasi untuk usaha yang cukup mature, produknya sudah approval, bisa ditingkatkan secara nasional.

Dia menegaskan lulusan WMM nantinya ada pembimbingan dan  dibangun komunikasi antarlulusan sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan berkolaborasi serta berbagi pengalaman.

“Pendanaan Mandiri Capital Rp400 miliar untuk wirausaha muda,” ucapnya.

Total, lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta sejak pertama kali digelar pada 2007.

Adapun pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2018 yakni:

Kategori Mahasiswa,

Pemenang I Bidang Usaha Industri, Perdagangan dan Jasa adalah Arnandiza Amirul Khadifa – Balon Kado

Pemenang II adalah Agus Wibowo – Agro Lestari Merbabu.

Pemenang I Bidang Usaha Boga diberikan kepada I Putu Agi Pratama – Umah Lokal

Pemenang II adalah Sentanah Limmase – Fermenation Indonesia

Pemenang I Bidang Usaha Kreatif diberikan kepada Malinda Amalia – Linean

Pemenang II adalah Nabila – Batik Kanawa

Pada Bidang Usaha Sosial, pemenang I jatuh kepada Reno Pati – Rumah UPPO (Unit Pengelolaan Pupuk Organik) 

Pemenang II diberikan kepada M Zulfikri Al Qowy – Paccoo.com

Kategori Bidang Usaha Teknologi Digital Pemenang I adalah Aditya Pratama Ghifary – Media Bimbingan Belajar Gratis Berbasis Website & Aplikasi

Pemenang II adalah Rafliansyah Ruslan – Scola (Learning Management System)

Untuk Bidang Usaha Teknologi Non-Digital Pemenang I adalah Alwy Herfian Satriatama – Majapahitech

Pemenang II adalah Aprial Syahputra – HerbalFoam

Kategori Non-Mahasiswa

Pemenang I Bidang Usaha Industri, Perdagangan dan Jasa adalah Juwita – Golden Berry

Pemenang II adalah Reza Rizky Hermawan - Hermawan Propertindo Utama

Pemenang I Bidang Usaha Boga diberikan kepada Endro Firdaus – GreenSmoothie factory

Pemenang II adalah Bintang Priyambodo – Papa Buncit

Pemenang I Bidang Usaha Kreatif diberikan kepada Bella Kartika Aprilia – Sepiak Belitong

Pemenang II adalah Ray Abdul Fatah – Ravy 26 House

Bidang Usaha Sosial, pemenang I jatuh kepada Andhika Mahardika – CV Agradaya Indonesia

dan pemenang II diberikan kepada Mohammad Andriza Syarifudin – Nusa Berdaya

 

Bidang Usaha Teknologi Digital Pemenang I adalah Christopher Farrel Millenio Kusuma – Kecilin dan Pemenang II adalah Yudhis Thiro Kabul Yunior – Detron Engineering

Bidang Usaha Teknologi Non Digital Pemenang I adalah Achmad Arbi – Lightning Advanced Solution Technology

dan Pemenang II adalah Nugroho Hari Wibowo – EncoMotion

Selain itu untuk Digital Financial Technology Pemenang I adalah Adjie Wicaksana – Halofina – LPIK ITB dan Pemenang II adalah Bong Defendy – Zend Money

Adapun kategori khusus pada kompetisi ini kategori Best of The Best WMM 2018 diraih Christopher Farrel Millenio Kusuma – Kecilin dan kategori Finalis Terfavorit WMM 2018, direbut oleh Ardana Noor Octaviandi - Bolunesia pemenang Terfavorit adalah berdasarkan pilihan masyarakat melalui media sosial Facebook dengan Jumlah Like dan Share terbanyak yang telah diverifikasi keabsahannya oleh panitia dan yang telah dimulai sejak tanggal 6 September hingga 13 September 2018.

Tag : umkm
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top