Relawan Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah di Pantai Padang Galak

Ratusan relawan mengumpulkan sampah di Pantai Padang Galak, Bali, menjelang pelaksanaan Our Ocean Conference 2018.
Sri Mas Sari | 15 September 2018 17:23 WIB
Ilustrasi: Warga memunguti sampah kiriman di Pantai Padang Galak, Sanur, Bali, Senin (9/4/2018). - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA -- Ratusan relawan mengumpulkan sampah di Pantai Padang Galak, Bali, menjelang pelaksanaan Our Ocean Conference 2018. 

Sebanyak 1.287 orang relawan berhasilmengumpulkan sampah sebanyak 841,53 kg. Mereka digerakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemprov Bali, dan Ocean Conservancy --organisasi nirlaba yang berkedudukan di Washington D.C. dan menangani sampah laut.

Sampah yang terkumpul dalam kegiatan International Coastal Cleanup (ICC) itu selanjutnya akan dicatat dalam Index Sampah Laut Ocean Conservancy, sebuah basis data sampah laut terbesar di dunia.

Ribuan kegiatan bersih laut serupa juga akan diselenggarakan serentak di seluruh dunia.

“KKP menyambut baik kerja sama yang dapat mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk turut serta dalam kegiatan yang berdampak nyata dan langsung pada lingkungan pantai dan laut kita,” kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi dalam siaran pers, Sabtu (15/9/2018). 

Upaya serupa telah dilakukan pada 19 Agustus melalui kegiatan bersih pantai dan laut bersama Pandu Laut Nusantara.

Setidaknya ada 91 titik lokasi di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke ikut dalam kegiatan bertajuk ‘Menghadap Laut’ itu. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50.000 peserta dan berhasil mengumpulkan sekitar 360 ton sampah laut dan pesisir. 

Kegiatan itu juga mencakup penanaman bakau, transplantasi karang, panen garam, pemberian goggles (kacamata selam kedap air) untuk anak-anak, serta pelepasan benih ikan dan penyu.

Sementara itu, Direktur Program Trash Free Seas® Ocean Conservancy Nicholas Mallos mengatakan Ocean Conservancy meyakini serangkaian solusi untuk mengatasi ancaman sampah plastik di laut harus dilakukan, baik oleh pemerintah, swasta, LSM, maupun perorangan.

“Penyelenggaraan ICC di Indonesia --yang memiliki pantai yang indah, tetapi salah satu negara yang paling terdampak oleh sampah laut--  bersama-sama pemerintah dan masyarakat setempat yang peduli, benar-benar mewakili pendekatan multifaset kami,” ujar Mallos.

ICC pertama kali dilaksanakan di pantai negara bagian Texas pada 1986. Kini ICC telah memiliki hampir 13 juta relawan dan berhasil membersihkan lebih dari 113.000 ton (250 juta pon) sampah dari berbagai pantai dan jalur air. 

Setiap tahun, jutaan ton sampah termasuk sekitar 8 juta metrik ton sampah plastik, mengalir ke dalam laut, yang menjerat biota laut langka atau satwa liar, mengotori pantai, bahkan masuk ke dalam rantai makanan. 

Tag : sampah, our ocean conference 2018
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top