Maskapai Diprediksi Ajukan 'Extra Flight' H-7 Annual Meeting IMF-World Bank

Kementerian Perhubungan memperkirakan beberapa maskapai akan mengajukan penerbangan tambahan pada sepekan menjelang pertemuan tahunan IMF--World Bank 2018.
Rio Sandy Pradana | 16 September 2018 20:05 WIB
Penumpang bersiap menaiki pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Frans Kaisiepo Biak, Papua, Selasa (29/10/2013). - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan memperkirakan beberapa maskapai akan mengajukan penerbangan tambahan pada sepekan menjelang pertemuan tahunan IMF--World Bank 2018.

Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub M. Pramintohadi Sukarno mengatakan hingga saat ini belum ada maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan.

"Posisi sementara belum ada yang mengajukan extra flight. Kemungkinan 1 atau 2 minggu menjelang acara," kata Pramintohadi, Minggu (16/9/2018).

Indonesia menjadi tuan rumah IMF--World Bank Annual Meeting pada 8--14 Oktober 2018 di Bali. Diprediksi tamu delegasi yang datang mencapai 18.000 orang.

Kemenhub memperkirakan dibutuhkan 90 pergerakan pesawat untuk mengangkut seluruh delegasi. Apabila dihitung dengan kedatangan dan keberangkatan, maka jumlah seluruhnya menjadi 180 pergerakan pesawat.

Adapun, seluruh pergerakan pesawat tersebut sebagian besar akan terkonsentrasi pada waktu tertentu. Posisi puncak arus pergerakan pesawat diprediksi akan terjadi sehari sebelum dan saat akhir pelaksanaan.

 

 

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top