Sederet Miliuner Tekno yang Ekspansi ke Bisnis Media

Setidaknya dalam kurun lima tahun terakhir, ada sederet miliuner dan perusahaan teknologi yang masuk ke bisnis media.
Annisa Margrit | 20 September 2018 16:24 WIB
Presiden dan CEO Amazon, sekaligus pemilik The Washington Post, Jeff Bezos berbicara di acara Milestone Celebration Dinner yang digelar Economic Club of Washington DC di Washington, AS, Kamis (13/9). - Reuters/Joshua Roberts

Bisnis.com, JAKARTA -- Pada akhir pekan lalu, muncul berita mengenai penjualan majalah ternama Time oleh Meredith Corp. ke pasangan Marc dan Lynne Benioff dengan nilai US$190 juta atau sekitar Rp2,8 triliun.

Marc Benioff adalah pendiri Salesforce, perusahaan pengembang perangkat lunak komputasi awan. Penjualan ini terjadi kurang dari setahun setelah Meredith membeli Time Inc, induk usaha Time.

Transaksi ini bisa disebut tiba-tiba. Pasalnya, seperti dilansir Forbes, Kamis (20/9/2018), Benioff mengungkapkan bahwa dua pekan sebelumnya pun dia masih tidak tahu akan membeli Time.

Aksi korporasi ini sekaligus mengukuhkan tren akuisisi perusahaan media oleh pengusaha di sektor teknologi. Pasalnya, setidaknya dalam kurun lima tahun terakhir, ada sederet miliuner dan perusahaan teknologi yang masuk ke bisnis media.

Siapa saja? Berikut daftarnya:
1. Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon.com
Pada 2013, Bezos membeli The Washington Post, salah satu surat kabar terbesar dan tertua di dunia yang berbasis di Washington DC, AS. 

Walaupun sempat ragu karena tidak paham bisnis koran, tapi akhirnya dia menggelontorkan dana US$250 juta untuk mengambil alih media tersebut dari keluarga pendirinya. Keputusan itu diambilnya karena Bezos menyadari pentingnya peran surat kabar tersebut dalam demokrasi. 

2. Pierre Omidyar, pendiri eBay
Dia mendirikan First Look Media pada 2013 dengan nilai investasi mencapai US$250 juta. Perusahaan ini memiliki sejumlah produk, seperti The Intercept, Topic, Field of Vision, dan The Nib.

Pierre Omidyar./Reuters

3. Alibaba Group
Alibaba membeli South China Morning Post (SCMP) pada akhir 2015 dengan nilai 2,06 miliar dolar Hong Kong, setara dengan lebih dari Rp3 triliun. SCMP adalah surat kabar berbahasa Inggris terbesar di Hong Kong yang pada November 2018 akan berusia 115 tahun.

Jack Ma./Antara

Dalam sebuah wawancara dengan SCMP usai akuisisi terjadi, pendiri dan CEO Alibaba Jack Ma menjelaskan keputusan itu diambil karena dia menilai SCMP akan memberikan pandangan yang berbeda dari media Barat maupun media milik Pemerintah China atas isu-isu yang terjadi di Negeri Panda.

4. Patrick Soon-Shiong, pendiri NantHealth
Dia membeli surat kabar Los Angeles Times senilai US$500 juta pada Februari 2018. Adapun NantHealth adalah perusahaan yang menawarkan pengembangan dan pemasaran berbagai solusi perawatan kesehatan. 

Patrick Soon-Shiong./Reuters

5. Laurene Powell Jobs, istri mantan CEO Apple Inc. Steve Jobs
Pada 28 Juli 2017, Jobs membeli porsi saham yang besar di majalah The Atlantic. Namun, tidak disebutkan besaran harganya.

Laurene Powell Jobs./Reuters

6. Marc dan Lynne Benioff, pendiri Salesforce
Akuisisi Time dilakukan dengan nilai US$190 juta. Kepada The New York Times, Marc menyatakan bahwa majalah yang pertama kali terbit 95 tahun lalu itu adalah aset yang sangat menjanjikan dan memiliki bisnis yang cukup menguntungkan.

Marc Benioff./Reuters

 Jika melihat benang merah dari tren ini, maka bisa dibilang akuisisi-akuisisi tersebut dilakukan atas dasar pentingnya peran media dalam menentukan pandangan audiensnya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Apakah ada tren serupa?

Tag : teknologi, media massa
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top