Target Akhir Tahun: Okupansi Hotel di Tingkat Nasional 65%, di Daerah Pariwisata 100%

Rerata okupansi hotel di Tanah Air ditargetkan mencapai 65% saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
M. Richard | 26 September 2018 14:29 WIB
Hotel Sahid Makassar - sahidhotels.com

Bisnis.com, JAKARTA — Rerata okupansi hotel di Tanah Air ditargetkan mencapai 65% saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Alan Maulana Yusran menjelaskan, perayaan Natal dan Tahun Baru dapat meningkatkan okupansi hotel nasional hingga 10% dari rerata bulanan.

Sepanjang semester I/2018, realisasi okupansi hotel secara nasional mencapai 54,75%, naik dari realisasi Januari—Juni 2017 sebesar 53,36%.

“Jadi, saat Natal dan Tahun Baru, biasanya okupansi hotel naik 10% dari rata-rata bulanan, ya untuk tahun ini diharapkan bisa sampai 65% secara nasional,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (25/9/2018).

Khusus untuk hotel-hotel di kawasan destinasi pariwisata populer (seperti Bali, Malang, Yogyakarta, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Bintan, Belitung, dan Bandung), okupansi pada Natal dan Tahun Baru bisa menembus 90%—100%.

Bahkan, dia memprediksi okupansi hotel di Lombok pada musim libur akhir tahun ini masih akan tinggi. “Orang masih akan tetap datang, meskipun bencana alam tidak dapat diprediksi, karena ada juga yang memanfaatkan harga murah saat terjadinya bencana.”

Dia menyarankan agar pengelola hotel bersiap diri dari sekarang dan menjamin kualitas pelayanan selama perayaan tahunan tersebut. Pasalnya, libur Natal dan Tahun Baru akan menjadi referensi pengunjung untuk kembali ke hotel tersebut atau tidak.

“Ini bisa jadi waktu promosi yang tepat, tetapi bisa juga menurunkan popularitas hotel. Apalagi. orang kalau berkomentar tidak lewat kertas, tetapi lewat media sosial dan agen perjalanan daring,” tuturnya.

Dari sisi pelaku bisnis, Director Business Development and Sales Marketing Sahid Hotel & Resort Vivi Herlambang optimistis libur Natal dan Tahun Baru kali ini dapat meningkatkan okupansi 26 unit Sahid Hotel.

“Kami optimistis, terutama untuk hotel kami yang di luar Jakarta. Kami yakin okupansi hotel-hotel kami bisa mencapai 80%—90% dari rata-rata okupansi per bulan sebesar 60%.”

Dia menjelaskan, Sahid hotel tengah bersiap dalam menghadapi libur tahunan tersebut dengan cara memberikan paket-paket promosi seperti potongan harga makan malam dan penginapan.

Sementara itu, Coorporate Assistant Marketing Communications Manager Parador Hotel & Resort Tiffany optimistis okupansi 10 hotel Parador bisa mencapai 100% pada musim libur akhir tahun ini.

“Kami berharap dengan 10 hotel saat ini, kami bisa memenuhi seluruh kamar kami. Tahun lalu pun realisasi okupansi kami juga 100%,” katanya.

Tiffany menjelaskan, target okupansi 100% tergolong masih realistis, karena lokasi hotel-hotel milik Parador sangat strategis.

Tag : okupansi hotel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top