Strategi Marketing di Zaman Digital

Perubahan zaman ke arah digital membuat pola pemasaran juga turut berubah. Para awak pamasaran harus jeli menyusun strategi untuk menghadapi bisnis semakin kompleks.
Dhiany Nadya Utami | 10 Oktober 2018 08:20 WIB
Ilustrasi digital marketing - CC0

Bisnis.com, JAKARTA — Perubahan zaman ke arah digital membuat pola pemasaran juga turut berubah. Para awak pamasaran harus jeli menyusun strategi untuk menghadapi bisnis semakin kompleks.

COO Markplus Iwan Setiawan mengatakan ada 3 masalah utama yang menjadi tantangan pemasaran di era ini. Masalah pertama adalah sangat beragamnya komposisi masyarakat saat ini.

Iwan menyebut zaman sekarang sebagai era multidimensional karena ada 5 generasi sekaligus yang hidup dalam waktu yang bersamaan yakni generasi baby boomers, Gen X, Gen Y, Gen Z, dan Gen Alpha.

Menurutnya, sebaik-baiknya strategi marketing yang dijalankan suatu perusahaan hanya akan mampu menjangkau maksimal 2,5 generasi. 

“Generasi-generasi ini enggak akan pernah nyambung karena ada gap, selain itu mereka memiliki karakter dan mindset yang berbeda-beda,” katanya saat memberikan paparan dalam acara Marketing 4.0: Be A Powerfull Generation “How to Grab the Right Audience” yang digelar Samsung dan Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Awak pemasaran mau tak mau melakukan pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan kelompok generasinya. Misalnya, kelompok pertama yakni generasi baby boomers, Gen X, dan separuh Gen Y akan lebih menerima merek-merek yang mapan atau perusahaan yang sudah ternama. 

Sementara itu, kelompok kedua yaitu Gen X, Gen Y, dan separuh Gen Z cederung menyukai experiental brand atau merek yang dianggap lebih berkembang dan kelompok terakhir yakni Gen Y, Gen Z dan Gen Alpha akan lebih tertarik pada brand yang memiliki keterikatan personal dengan diri mereka. 

Tag : ekonomi digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top